SEBAGAI pengguna sepeda di belantara beton Jakarta, rasanya kurang asyik kalau info yang terbilang sangat sepele ini nggak dibagikan buat ‘genjoters’ yang lain. Pemikirannya sih sederhana, cuma mau bertukar info yang bermanfaat. Tahu kan, keselamatan itu penting banget, terutama saat bersepeda di Jakarta yang rada rumit.

 

Sebagian Rekan ‘genjoters’ kami lihat masih mengabaikan FUNGSI PENTING HELM SEPEDA. Oleh karenanya pada kesempatan ini kami posting TIPS MEMILIH HELM SEPEDA. Pengabaikan fungsi penting helm kala bersepeda tidak hanya dilakukan oleh cyclist yang tidak mengenakannya saat menjalani aktivitas gowes, namun ketika cyclist mengenakannya tetapi tidak mengikuti kaidah pengenaan helm sepeda yang benar, tetap akan membawa resiko yang tidak main-main.

Salah satu jenis helm sepeda

Nah, gimana sih caranya memilih helm sepeda yang baik saat membeli? Apa saja yang perlu diperhatikan biar nggak salah. Nggak lucu kan, helm yang sudah dibeli ternyata nggak enak dan nyaman saat dikenakan. Inilah tipsnya…

  • Pastikan helm Anda memiliki sertifikat CE/Snell/CPSC (Consumer Product Safety Commision). Jika tidak ada label standar keamanan, jangan gunakan helm tersebut.
  • Pertama, helm harus pas saat dikenakan. Saat membeli helm sebaiknya dicoba terlebih dahulu dan disesuaikan ukurannya, lantas dikaitkan dengan baik. Pastikan helm terasa nyaman dan pas saat digunakan. Untuk mencobanya bisa dengan menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan, bila posisinya berubah, berarti helm itu terlalu longgar. Trus jangan jadikan model dan warna helm yang fancy menjadi prioritas, karena belum tentu aman untuk kita gunakan.
  • Kedua, kencangkan ikat helm pada bagian belakang kepala. Helm yang sempit akan terasa sakit setelah beberapa menit dipakai.
  • Ketiga, perhatikan spons atau busa pengganjal. Karena sering digunakan dan mendapatkan tekanan, dalam kurun waktu tertentu spons akan menjadi kempis, yang dapat menyebabkan helm menjadi longgar.
  • Disarankan untuk memilih helem sepeda yang memiliki lubang ventlasi yang banyak agar tidak gerah saat memakainya. Dengan lubang ventilasi yang banyak, aliran udara akan lebih baik. Rasanya lebih ‘semeriwing’..
  • Terakhir, perhatikan masa kadaluarsa helm. Selalu perhatikan kondisi helm, karena helm juga ada masa kadaluarsanya.
  • Budayakan penggunaan helm sepeda untuk safety riding, dan berikan contoh tersebut pada putra-putri Anda

 

Cara memakai helm sepeda yang baik dicontohkan dengan gambar dibawah ini..

 

 

 

So, selamat berburu helm..!