Pada tanggal 12 Maret 2011, 29 robeker dengan menggunakan jersey robeknya, berkumpul di pelataran parkir rumah sakit ACM cileunyi untuk menunaikan amanat dari 52 orang robeker yang menyumbangkan pohon untuk ditanam di salah satu lahan kritis di gunung kareumbi.
Perjalanan dimulai dari pelataran parkir tersebut, kami mulai melajukan sepeda kami berkelompok sesuai dengan kecepatan masing-masing, menuju tikum regroup di belokan menuju arah kareumbi, setelah menempuh perjalanan sejauh 12 km, untuk memulai perjalanan menurun (asal liatnya kebelakang). Di titik tikum awal ini, om Indra terpaksa harus stop, karena mendadak kesehatannya terganggu. Bagus om, jangan malu mengakui kalau memang sedang kurang sehat. Memaksakan diri malah bisa membuat kesenangan berubah menjadi bencana. Tapi tentu saja dengan begitu ada yang bisa jadi dokumenter sepanjang jalan hehehehe.
Perjalanan nanjakpun dimulai ketika waktu menunjukan pukul 9 pagi, menyusuri jalan beraspal.
Di perjalanan mendaki ini, masing-masing berhak berkreasi dengan kecepatannya masing-masing untuk mencapai tujuan pertama di curug cindulang (6° 57′ 24.33″ S  107° 53′ 45.13″ E ).Di curug ini kami melakukan re-grouping kembali, sambil menikmati pemandangan alam yang mulai menghijau. Pemandangan alam yang buat orang yang biasa liat hutan beton hanya bisa dilihat dengan pergi jauh atau melihatnya di tv/komputer. Udara juga semakin sejuk.
Perjalanan menanjak belum selesai. Ketika selesai regroup dan mengistirahatkan diri, perjalanan dilanjutkan, hingga akhirnya kami tiba di jalan makadam.Dan ujung jalan ini kamipun disambut di basecamp Wanadri oleh kang Deden yang telah mempersiapkan jamuan bagi kami, dan kamipun bisa menikmati nikmatnya air lahang murni (legen kalo bahasa jawa) dan sejumlah makanan tradisional lain. Kami juga disuguhi dengan pertunjukan musik tradisional yang menyanyikan lagu-lagu sunda yang berkisah tentang kota sumedang, tentang tahu sumedang, dan lain sebagainya.
Setelah beristirahat sejenak, kamipun menuju lokasi lahan kritis untuk menanam pohon yang telah diamanatkan tersebut.Kami menuju lokas menggunakan 2 buah kendaraan menyusuri jalanan berliku-liku. Apabila jalan ini dilanjutkan, kami akan bertemu dengan sebuah danau. Hanya sayang, untuk kali ini rute kami bukanlah kearah sana.
Setelah selesai penanaman, perjalanan ke basecamp untuk makan siang dan beribadah bagi yang beribadah. Pada saat itu om Indra mendapatkan panggilan melalui telepon yang mengabarkan bahwa saudaranya ada yang meninggal dunia, Innalillahiwainnailaihirojiun. Sehingga terpaksa om Indra beserta istri putar balik kembali ke Bekasi.
Sisa robeker pun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan menuju arah sumedang, dipandu oleh seorang goweser Wanadri (om deden), melalui hutan2x di dalam gunung yang dipenuhi lintah yang bisa meloncat menerkam mangsa, daun-daun berguguran, bau hutan yang menyegarkan, tanah gembur yang mengasikkan bagi pengguna ban yang tepat. Single Track yang luar biasa memaksa keahlian bersepeda untuk dikeluarkan. Segala rupa teknikpun dipersiapkan.
Perjalanan di tengah pepohonan pun berakhir, kami semua tiba di jalan aspal. Turunan aspal yang luar biasa kemiringannyapun menyambut kami. Bahkan dengan menahan rem pun terlihat di cyclo, speed mencapai 67kpj. Wow…. Kakipun mulai pegal, melalui bermenit-menit perjalanan turun ini. Tentu saja kehati-hatian juga harus makin tinggi, karena kami mulai melewati rumah-rumah penduduk, hingga tiba waktunya regrouping kembali di akhir turunan.
Perjalanan dilanjutkan dengan memasuki jalan raya untuk melewati cadas pangeran. Gelap mulai datang dan lampupun mulai dinyalakan. Beberapa teman mengalami kram. Bahkan sepanjang perjalanan ada yang mengalami berkali-kali kram. Untunglah di jalur ini sudah memungkinkan melakukan evakuasi. Satu robeker terpaksa di evakuasi karena kondisinya sudah kurang baik untuk meneruskan perjalanan di sisa 10 km terakhir.
Akhirnya seluruh robeker terkumpul kembali di cileunyi pada pukul 8 lewat setelah melewati perjalanan yang menyenangkan ini.
Satu lagi perjalanan tak terlupakan kami tempuh dan keinginan untuk mengulangpun merayapi hati kami ketika beristirahat di pelataran parkir rumah sakit tersebut.
Dari sini kami pun pulang membawa kenangan masing-masing atas perjalanan ini.