Jumat, 11 Mei lalu adalah hari terakhir om Jeli melakukan B2W. Karena hari tersebut adalah hari terakhir beliau bekerja dan memulai masa pensiunnya.

Saya sebagai pribadi mengenal om Jli sejak diawal mulai ber-b2w, karena beliau inilah yang selalu menyapa saya setiap berjumpa di depan tikum TIS, sementara saya sendiri tidak pernah berhenti dan hanya membalas sapaanya. Sangat sering sekali, hingga entah karena apa ketika melintas di depan om Jli waktu itu saya memenuhi panggilan om Jli yang mengundang saya mampir di tikum tersebut.

Ngobrol sejenak, oh ternyata sesama penggowes dari bekasi. Hari itu adalah hari bersejarah saya yang menjadi awal saya bergabung dalam Robek.

Om Jli yang saya kenal adalah sosok seorang pengayom yang selalu mencoba melindungi. Om Jli juga di kenal ringan tangan untuk membantu siapapun. Perlu konsultasi mengenai sepeda ? perlu bantuan mempersiapkan sepedanya untuk acara jalan-jalan atau sekedar pengen service ? Mau belajar menservice sepedanya ? Beliau ini salah satu tempat tujuan bertanya untuk itu semua.

Dalam acara2x kegiatan gowes bersama para robeker pun beliau selalu menjaga dan mengecek barisan kalau-kalau ada yang tertinggal, walaupun saya yakin kenikmatannya berkurang, tapi beliau bersedia menemani mereka mereka yang tertinggal sementara yang lain asik masyuk dengan sepedanya masing-masing menikmati trek selama perjalanan.

Tanggal 11 Mei 2012, kami para robeker kehilangan satu punggawa B2W yang terus ikut mengkampanyekan B2W dengan selalu rutin ber-B2W dan nyaris tak pernah ditinggalkan.

Selamat jalan om Jli. Jangan pernah tinggalkan sepedanya berkarat ya om.

Semoga om Jli dapat menikmati masa pensiunnya bersama Nte Mama dan doakan Robek tetap kompak, makin panjang dan utuh.

 

Para Robeker’s yang kehilangan teman seperjalanan