Hari ini di sela-sela kesibukan, saya coba research tulisan mengenai gula jawa.
Saya kumpulkan dan sajikan secara sederhana.
Terus terang, ketika gowes survey, saya makan gula jawa yang dibawa oleh sir
criminal cat (Kucing Garong). Dan seperti ada boost energy yang membuat saya
mampu menaklukan tanjakan.

AK

 

Manfaat Gula Jawa
(Dari berbagai sumber)

Amankan stok insulin anda dari sekarang. Gunakan hanya pemanis alami yang aman.
Gula jawa memiliki glycemic index yang rendah sehingga aman bagi pankreas anda.
Nikmati hidup anda bukan hanya disaat muda, tapi juga hari kemudian. Amankan
pankreas keluarga anda mulai sekarang.

Gula dan Sukrosa
Gula paling populer saat ini adalah gula pasir. Pemanis dari batang tebu ini
dikonsumsi sedikitnya 6 sendok teh sehari. ini kalau anda hanya ngoipi 3 kali
sehari dan masing-masing hanya ditaburi dua sendok teh saja per penyajian. Kalau
anda ngopi lebih dari 3 kali sehari, dipastikan konsumsi harian gula anda
berlebih.

FDA memberi aturan konsumsi gula harian maksimal 6 sendok teh gula tebu (gula
pasir) dalam sehari. Aturan ini tentu tidak berlaku jika pada hari itu anda
sudah mengkonsumsi makanan dan minuman yang kabar gulanya tinggi. Padahal
mungkin anda termasuk yang suka ngopi atau minum teh dengan konsentrasi gula
cukup tinggi. Hati-hati kalau kebiasaan ini berlangsung cukup lama karena
serapan gula darah anda pasti tinggi.

Apa akibatnya?
Sebuah penelitian beberapa tahun lalau menyebutkan bahwa, memang otak butuh
“gula” untuk aktifitasnya setiap beberapa detik sekali dalam keadan “mengalir”,
tetapi bukan “banjir”. Gula dibutuhkan tetapi butuh aturan dan takaran yang pas.
Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa aliran gula yang “banjir” dapat
menyebabkan ‘luka permanen’ pada sel di otak. Tidak disebutkan apa akibatnya
dari luka permenen tersebut.

Glicemic Index
Glicemic Index atau indek glikemik adalah indikator yang penting diketahui oleh
konsumen sebelum membeli produk. Angka glycemic index gula jawa adalah 25. Angka
ini termasuk dalam kategori rendah, sehingga aman dikonsumsi harian dibandingkan
gula pasir/gula tebu.
Terpenting adalah gula jawa mengandung banyak senyawa bermanfaat untuk kesehatan
tubuh. Saya menyebutnya sebagai pemanis yang memiliki fungsi “jamu” atau “obat”
karena peran senyawa-senyawa yang terkandung dalam gula jawa sangat baik dalam
menjaga kesehatan.
Dalam gula jawa juga terkandung galaktomanan yang bermanfaat untuk penyakit
diabetes dan penderita tinggi kolesterol. Gula jawa benar-benar seb uah pemanis
alami yang sarat manfaat, layak dikonsumsi harian dengan tertib.
Berikut ini adalah beberapa keunggulan gula jawa dibandingkan dengan gula pasir
(gula tebu) atau pemanis lain :

[1] Rasanya manis dan memiliki aroma khas yang lezat (aroma nira).
[2] Mengandung mineral.
[3] Kandungan gula (sukrosa) lebih kecil.
[4] Mengandung Thiamine, Riboflavin, Nicotinic Acid, Ascorbic Acid, protein dan
vitamin C.
[5] Untuk terapi asma, kurang darah/anemia, lepra/kusta, dan untuk mempercepat
pertumbuhan anak.
[6] Baik untuk meringankan batuk yang disertai demam.
[7] Baik untuk makanan awal bagi penderita penyakit typhus.
[8] Baik untuk diet, mengurangi panas pankreas, menguatkan jantung, membantu
pertumbuhan gigi sehingga kuat.
[9] Mempunyai khasiat seperti madu.

Begitu banyak manfaat gula jawa yang tidak dimiliki oleh gula pasir atau pemanis
lainya, ada baiknya mulai sekarang untuk mengganti pemanis minuman dan masakan
anda dengan gula jawa. Nikmati rasa manis gula jawa setiap hari untuk kesehatan
anda setiap hari. Tabung dalam tubuh anda atas senyawa-senyawa bermanfaat yang
ada dalam gula jawa (poin nomor 4 di atas) sehingga jesehatan anda tetap
terjaga. Mari kembali ke resep leluhur kita, kembali gunakan gula jawa sebagai
komponen bumbu dalam memasak serta sebagai pemanis disaat “ngopi”!

Macro-nutrients (mg / 100g)

Nitrogen (N) 202
Phosphorus (P) 79
Potassium  (K) 1,030
Calcium (Ca) 8
Magnesium (Mg) 1
Sodium (Na) 45
Chloride (Cl) 470
Sulfur (S) 26
Boron (B). 0.6
Zinc (Zn). 2
Manganese (Mn). 0.1
Iron (Fe). 2
Copper (Cu). 0.23
Thiamine. 0.41
Vitamin C. 23.4

Sources:  COMPARISON OF THE ELEMENTAL CONTENT OF 3 SOURCES OF EDIBLE SUGAR –
Analyzed by PCA-TAL, Sept. 11, 2000.  (MI Secretaria et al, 2003) in parts per
million (ppm or mg/li).

 

Posted on : Mon Dec 13, 2010 9:11 pm

Powered by PispotBerry®