GoBar TABOK RoBeK 07062014

Lady ROBEKers di Kawah Ratu Gunung Tangkuban Perahu yang mempunyai mempunyai ketinggian  2.084 meter (6.837 kaki) diatas permukaan laut
Lady ROBEKers di Kawah Gunung Tangkuban Perahu yang mempunyai ketinggian 2.084 meter (6.837 kaki) diatas permukaan laut. Untuk sampai di sini, kita gowes dan atau TTB (TunTunBike;p) dari parkiran lowh…. hehehehe….perjuangan deh judulnyah ! . (photo by om Budi KorWil)

Sebelum memasuki bulan puasa, ROBEKers mengadakan kembali GOBAR. Selain untuk berekreasi bersama, juga sebagai ajang silaturahim sesama goweser. Pilihan trek untuk kali ini ditetapkan ke TABOK: Tangkuban Perahu – Boscha – Bandung Kota. Alhamdulillah telah dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 7 Juni 2014.

Mantan Camat kota Bekasi, H.Sadeli juga ikutan lowh. jgn salah, beliau gowesnya cihuy bgt.
Mantan Camat kota Bekasi, H.Sadeli juga ikutan lowh. jgn salah, beliau gowesnya cihuy bgt.
Lady ROBEK, tanjakan ayooo, turunan juga ayo kita kemon lahhh... ;p
Lady ROBEK, tanjakan ayooo, turunan juga ayo kita kemon lahhh… ;p

 

 

Secara historis trek ini, merupakan jalur gobar 5 tahun silam yg cukup gowesable, terbukti dengan banyaknya lady robekers yang ikut dalam trip ini.

Copas dr FB om Qiqi ==> https://m.facebook.com/iwanaqq/albums/1113839119055/

 

 

10438898_10203022366654651_1719236836674090366_n

IMG_6747040431817

 

Namun walaupun demikian, faktor kelengkapan seperti : penggunaan fork dpn suspensi (non rigid), rem kanan kiri (minimal salah satunya disk), ban min 2.10 adalah syarat wajib bagi peserta yg akan mengikuti. Nantinya akan dilakukan scruitnized termasuk protektor sebagai pengaman dalam bersepeda. Sepeda yang dinyatakan layak oleh panitia akan dilabeli sticker.

 

10406897_628904830521473_4267148390294039819_n  10341714_628904610521495_2000531816410899148_n

 

Untuk urunan biaya transportasi, konsumsi, tiket masuk kawasan, kami tetapkan sebesar Rp. 160.000 (Pembayaran biaya tersebut via rekening bendahara ROBEK paling telat H-3,tidak terima bayar on-the-spot).

Om Onal  mewakili panitia tabok,mengucapkan banyak terima kasih atas partisipasinya dalam gobar tabok 7 juni 2014,mohon maaf bila dalam pelaksanaan kurang maximal dan banyak kesalahan. “C u next trip”, kata om Onal

om Onal (EO), om Iman Blacken (RC), om Budi KorWiL (SWEEPER)
om Onal (EO), om Iman Blacken (RC), om Budi KorWiL (SWEEPER)

Rundown  gobar TaBoK  :
05.00 – 05.30   TIKUM Living Plaza (ace hardware eks Ramayana) – LOADING TRUCK
06.00 – 09.00   Meluncur ke Lokasi START
09.00 – 09.30   Unloading – Persiapan Gowes – Briefing peserta – Doa bersama
09.30 – 12.30   Gowes Stage 1 : Tangkuban perahu – Jayagiri
12.30 – 13.30   Makan siang – Sholat Dzuhur *break sholat di Maribaya.
13.30 – 15.30   Stage 2 : TaHuRa – Dago pakar  *arena narsis
15.30 – 16.00   FINISH (Pus Da’i)  – loading & persiapan pulang
16.00 – 17.00   Meluncur pulang ke bekasi

 

Semangat Chief Affa melahap tanjakan ke Kawah
Semangat Chief Alfa melahap tanjakan menuju Kawah Tangkuban Perahu
yeaayyy…sampai di puncak tangkuban perahu, mari bernarsis ria….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Perlengkapan yg harus disiapkan :
1. Hardtail atau fulsus MTB. ga boleh pake citybike atau seli; mohon sepeda sudah dipersiapkan dalam kondisi prima.
2. Disc brake only.
3. Ukuran ban minimal 26 x 2.0
4. Tas seperlunya.

 

 

 

 10347534_10203027713508319_7955991578177819481_n 10449974_10203027812470793_5114378504458258428_n

 

 

Perlengkapan perorangan :
1. Aksesoris bersepedah ( jersey ROBEK yg biru/merah/orange/hitam/ jersey sepeda apa aja, sarung tangan, kacamata, SEPATU, HELM sepeda, celana sepeda, protector kalau yang mau bawa, bidon air)
2. Lampu (untuk penerangan di Goa Belanda/Jepang).
3. Raincoat ( jaga2 kalau hujan )
4. Baju ganti utk pulang.
5. Uang cash secukupnya (tdk ada ATM sepanjang track).
6. Obat2an pribadi.
7. Snack pribadi
8. Peralatan sholat

 

 

10462646_10203023449521722_2100517336579554154_n 10464339_10203027812830802_2294031564255790104_n

 

 

Catatan :
Tepat waktu saat tikum, ngaret dapat berakibat molornya estimasi gowes. Bagi yang sepedanya takut tergores saat loading diharapkan membawa kardus atau koran bekas, atau bisa di bungkus plastik sendiri. Panitia tidak bertanggung jawab atas cacat yang diakibatkan saat loading ataupun unloading.

 

10409714_10203023458121937_3571195008139205755_n

 

Profil Trek GOBAR TABOK

Ini sih bener-bener perosotan. hehehehe..Dan sekali lagi mengenai spek sepeda, terutama BAN minimal ukuran 26×2.0 , DISK BRAKE , HELM dan SEPATU. Semua ini tidak lain untuk KEAMANAN peserta sendiri.

IMG-20140516-WA0003

List peserta :

  1. Budi Edi
  2. Pramudya Ade
  3. Herdik Herlambang
  4. Moh Sediyono
  5. Rolla Eva
  6. Jlithenk
  7. Ahmad Gojali
  8. Ronald
  9. Awaludin Agung
  10. Iman Permadi
  11. Adin (ponakan om iman)
  12. Apip Kamil
  13. Irfan Risnandar J
  14. Jrot Setiyanto
  15. Michael Samudra
  16. Firman Bewok
  17. Dhesce
  18. Aris Kumis
  19. Djohan
  20. Tj
  21. Jito Yudianto
  22. Aep Saefullah
  23. Dewa Sina
  24. Alfa Febrianto
  25. Imelda
  26. Emil Munzil
  27. Arie Susiati
  28. Anya
  29. Sugy
  30. Aceh Lia
  31. Jerremy
  32. Akhmad Syakir
  33. Afrianto
  34. Yanto
  35. Trie tio
  36. Aki dayat
  37. Nuge
  38. Dian Sutioso
  39. Hendrat
  40. Benny (sepupu om Hendrat)
  41. Yanto S
  42. Sarwidi
  43. Supriyanto
  44. H. Sadeli
  45. Ochep
  46. Eri (Temen Ochep)
  47. Wawan (Temen Ochep)
  48. Eko (Temen Ochep)
  49. Indra (Temen Ochep)
  50. Widi (Temen Ochep)
  51. Wardian (Temen Ochep)
  52. Amud (Temen Ochep)
  53. Hiero Budi
  54. Nte Eksi (Teman Nte Lia)
  55. Firman Muda
  56. Irman (Teman Om Firman Muda)
  57. Tri Sulistyo (Temen om windar)
  58. Suheri (Temen om windar)
  59. Setiawan (Temen om windar)
  60. Imam (Temen Ochep)
  61. Edo (Temen Ochep)
  62. Nte Naning
  63. Abidin
  64. Agung prasetyo (Temen om windar)
  65. Ade gahar (Teman om ipink)
  66. Fahmi (Teman om Hendrat)
  67. Wak Lutfi
  68. Wongli (247)
  69. Acung (247)
  70. Tri wibowo (247)
  71. Farhan (ronak om tj)
  72. Indra (PDAM)
  73. Nana (PDAM)
  74. Andi (J@M)
  75. Nte Pragita dewi (Robin om Ian)
  76. Ian lauda
  77. Taufik off speak
  78. Mahdi (raceone)
  79. Eko (raceone)
  80. Hadi (galih bike)
  81. Didin (galih bike)
  82. Oman

 

FOKE...FOto Keluarga ROBEKERS di depan GOA BELANDA
FOKE…FOto Keluarga ROBEKERS di depan GOA BELANDA

Sejarah Goa Belanda

Semula kawasan yang sekarang ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda adalah bentangan pegunungan dari Barat sampai ke Timur yang merupakan “tangki air raksasa alamiah” untuk cadangan di musim kemarau. Di daerah Aliran Sungai Cikapundung yang ada di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda pada masa pendudukan Belanda dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Bengkok yang merupakan PLTA pertama di Indonesia pada tahun 1918, dimana terowongan tersebut melewati Perbukitan batu pasir tufaan.Pada masa pendudukan Belanda, perbukitan Pakar ini sangat menarik bagi strategi militer, karena lokasi nya yang terlindung dan begitu dekat dengan pusat kota Bandung. Menjelang Perang Dunia ke II pada awal tahun 1941 kegiatan militer Belanda makin meningkat. Dalam terowongan untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Bengkok sepanjang 144 meter dan lebar 1,8 meter dibangunlah jaringan goa sebanyak 15 lorong dan 2 pintu masuk se-tinggi 3,20 meter, luas pelataran yang dipakai goa seluas 0,6 hektar dan luas seluruh goa berikut lorong nya adalah 548 meter. Selain untuk kegiatan militer, bangunan Goa ini digunakan untuk stasion radio telekomunikasi Belanda, karena station radio yang ada di Gunung Malabar terbuka dari udara, tidak mungkin dilindungi dan dipertahankan dari serangan udara.Meskipun akhirnya belum terpakai secara optimal, namun pada awal Perang Dunia Ke II dari stasion radio komunikasi inilah Panglima Perang Hindia Belanda Letnan Jendral Ter Poorten melalui Laksamana Madya Helfrich dapat berhubungan dengan Panglima Armada Sekutu LaksamanaMuda Karel Doorman untuk mencegah masuknya Angkatan Laut Kerajaan Jepang yang mengangkut pasukan mendarat di Pulau Jawa. Sayang sekali usaha ini gagal dan seluruh pasukan berhasil mendarat dengan selamat dibawah komando Letnan Jendral Hitosi Imamura.

Saluran/terowongan berupa jaringan goa di dalam perbukitan ini dinamakan Goa Belanda. Pada masa kemerdekaan Goa ini pernah dipakai atau dimanfaatkan sebagai gudang mesiu oleh tentara Indonesia. Goa Belanda saat ini dapat dimasuki dengan aman dan dijadikan sebagai tempat wisata yang penuh dengan nilai sejarah.

 

belanda_2 goa-belanda-02

 

Mitos Goa Belanda

Mitos yang beredar di masyarakat mengenai Goa Belanda atau yang sering disebut Dago Pakar ini, ada satu kata dalam bahasa daerah yaitu “Lada” atau falam bahasa Indonesia berarti pedas. Pada saat kita sedang berada di kawasan ini, kita tidak boleh mengucapkan kata “Lada” tersebut. Karena kata lada itu merupakan sebutan atau nama dari salah satu tokoh masyarakat atau leluhur di daerah tersebut yang sangat dihormati dan namanya pun disakralkan oleh masyarakat setempat. Kalau kita bicara kata itu, saat berada di Dago Pakar suka kejadian hal-hal mistis atau orang yang mengucapkan kata itu akan sial dan tak jarang juga yang kerasukan. (Sumber : http://tahuradjuanda.jabarprov.go.id/obyek-wisata-alam/goa-belanda/)

 

Wahh, untung saja ROBEKers masuknya ketika siang hari yah…xixixixi….

See you on the next GOBAR yang tentunya lebih SERUUUUUUUUUUU………. lagi. 🙂

 

 

One thought on “GoBar TABOK RoBeK 07062014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*