Filosofi dan 7 alasan untuk bersepeda

Filosofi bersepeda

Apa Filosofi bersepeda menurut kita ? Sebagai penikmat olahraga sepeda, kita akan merasakan sensasi tersendiri saat kita bisa mengayuh sepeda kita menyusuri jalan yang kita lalui. Disana ada sebuah kepuasan tersendiri di sana ada sebuah sensasi tersendiri saat sepeda kita bisa membawa kita ketempat tujuan kita.

Bersepeda selain baik untuk kesehatan baik juga untuk membuat agar otak dan fikiran kita juga sehat. Jadi akan mengakibatkan sehat jasmani dan rohani jika kita melakukan olahraga sepeda.

Berikut ini filosofi bersepeda :

Semangat-bersepedaBersepeda itu bukan masalah jumlah kilometer … tapi lebih pada menikmati setiap kayuhan untuk mendapatkan tiap kilometer itu … Ada tanjakan ada turunan … Saat sedang menanjak, janganlah terlalu bernafsu mencapai puncak … atur nafas, atur tenaga, konstankan putaran … supaya efektif mencapai puncak … dan konsentrasi tetap ada untuk menghadapi turunan.. Saat sedang menurun … janganlah kaget hingga terlalu cepat menarik rem … kamu akan terjungkal dan makin terpuruk …Ikuti alur jalannya… seimbangkan remnya … ambil momentum putarannya … hingga saat kamu menanjak kamu tidak membuang tenaga.

Begitu pula kehidupan … Kehidupan bukan masalah harta yang kita dapatkan, tapi bagaimana memaknai harga yang kita punya untuk membuat hidup kita lebih berharga secara batin, bukan hanya secara nominal …

Ada pepatah Jawa bilang, “urip kuwi golek jeneng … ojo golek jenang” .. Terjemahan bebasnya, “hidup itu cari nama bukan cari makan …”, maksudnya hidup itu harus bermanfaat (bagi orang banyak) sehingga membuat nama yang baik, bukan hidup hanya cari harta, tapi tak membuat perbedaan apa-apa.

Sama dengan sepeda, buat apa punya sepeda kalau cerita yang kita punya hanya pada saat kita membelinya … bukan pada saat menaikinya … Bukankah menaikinya itu terlihat dan terasa lebih menarik …

“It is about the journey, not the destination … Because life is a journey …”

 

Manfaat bersepeda bagi kesehatan

8.7.3 (301)Sepedaan alias gowes melatih bantalan lutut kita. Artinya dari satu orang pria yang nyeri lutut terdapat 4 wanita dengan keluhan yang sama. Penyakit ini sering disebut dengan dengkul kopong, keropos atau bahasa kerennya Osteoarthitis. Bentuknya pengapuran pada sendi lutut. Gejalanya rasa tidak kuat untuk berjalan, cepat lelah, tidak bisa jongkok serta gampang jatuh. Yang parah untuk berjalan saja sakitnya bukan main. Kretek…kretek…kretek gitu bunyinya. Bersepeda sangat baik bagi kesehatan lutut kita. Hampir tidak ada olahraga lain yang bisa melatih bantalan dengkul sebaik gowes secara rutin.

Menginjak usia 40an, masalah lutut ini akan mulai muncul. Saat inilah kita baru mengetahui manfaat olahraga bersepeda Kedua, kalori yang dibakar melalui olahraga gowes setara dengan aerobic low impact. Mari kita lihat jumlah kalori yang dibakar dengan berolaraga.

 

Sepedaan pagi hari, mulai jam 04.00 – 06.00 sangat baik bagi antung. Sinar matahari pagi pukul 06.00 – 09.00 sangat baik bagi kulit. Di atas pukul 10.00 hingga pukul 15.00 tidak baik berjemur di bawah matahari karena bisa bikin gosong.

 

7 Alasan untuk bersepeda.

Kemana pun kita pergi, di sekeliling kita makin banyak saja orang yang naik sepeda berkeliling kota. Entah itu untuk alasan hanya sekadar olahraga, atau sengaja bersepeda ke kantor. Bersepeda tak hanya merupakan sarana transportasi yang ramah lingkungan, tapi juga merupakan olahraga yang efektif.

562535_10151446658966909_1923315926_nAlasannya :

Membakar Kalori.

Seorang wanita / pria yang berat tubuhnya sekitar 60 kg jika mengayuh dengan kecepatan 22 km/jam bisa membakar sekitar 488 kalori dalam waktu 60 menit.

Bisa Dilakukan Sambil Beraktivitas Lain

Jika tempat tinggal Anda berjarak 16 km dari kantor dan Anda naik sepeda menuju kantor, setidaknya anda sudah berolahraga selama 60 menit. Jika Anda tinggal dekat dengan kantor, anda bisa mengayuh sepeda dua kali seminggu dan membakar sekitar 1.952 kalori ekstra dalam tubuh, sekitar satu kilo dalam sebulan.

Membentuk Otot

Biasanya, para pengayuh sepeda memiliki kaki yang kencang. Bagian otot-otot kaki akan bekerja semua untuk membantu mengayuh. Selain kaki, tubuh bagian atas, karena menggenggam kuat besi pengendali juga akan terbentuk dengan sendirinya.

Mendorong Energi

Hasil menemukan bahwa bersepeda menaikkan level energi sebanyak 20 persen dan mengurangi kelelahan hingga 65 persen. Mengapa? Karena bersepeda memicu otak untuk mengeluarkan neurotransmitter dopamine, yang berhubungan dengan energi. Tak perlu menggenjot sepeda dengan penuh tenaga. Para relawan yang mengayuh dengan kecepatan rendah tapi rutin (setidaknya 3 kali seminggu) bisa memerangi kelelahan

Aman untuk Sendi

Bersepeda banyak menekan lutut, pergelangan kaki, dan tulang belakang ketimbang berjalan kaki atau bersepeda. Agar aman bersepeda, pastikan bahwa lutut Anda hanya tertekuk sedikit (sekitar 25 derajat) setiap kali mengayuh. Jika kaki terlalu lurus atau terlalu tertekuk, coba atur kembali letak tempat duduk Anda

Setiap Otot Merasakan Manfaatnya

Coba cari bukit kecil yang membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk didaki dengan sepeda. Lewati bukit itu setidaknya 2-3 kali, dengan posisi kayuh sambil berdiri. Mengayuh dengan posisi berdiri akan melatih otot bagian tengah tubuh dan trisep.

Melindungi Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu pembunuh wanita yang paling terutama. Dalam sebuah studi, para peneliti meminta 32 responden wanita untuk mengendarai sepeda setidaknya setengah jam sehari, tiga kali seminggu. Setelah setahun, diketahui bahwa tekanan darah para wanita ini menurun, begitu pula dengan angka kolesterol, dan secara signifikan meningkatkan kebugaran mereka. Carilah lokasi bersepeda yang bisa ditempuh dalam waktu 30 menit tanpa berhenti, sehingga Anda bisa mempertahankan kecepatan yang konsisten.

 

So, lakukanlah bersepeda (B2W) minimal dua – tiga kali dalam seminggu. Untuk hidup yang lebih sehat.Semoga tulisan Filosofi bersepeda dan manfaat sepeda bagi kesehatan

ini bermanfaat bagi anda yang membacanya, terutama yang hobi bersepeda.

25603_1351380617326_1015684600_1062648_2028225_n

2 thoughts on “Filosofi dan 7 alasan untuk bersepeda

  1. Menurut penelitian di Jerman, orang yang mengendarai sepeda tiga kali dalam seminggu selama 30 menit dan melakukannya selama tiga bulan dapat memperbesar volume hipokampus hingga 16%. Itu adalah bagian otak yang berhubungan dengan navigasi spasial dan ingatan jangka panjang. Peneliti juga menemukan perbaikan dalam memori jangka pendek mereka.

    Selain itu, bersepeda juga akan membakar kalori, mengurangi jejak karbon anda di dunia, dan kemungkinan bertemu dengan beberapa tetangga untuk bersosialisasi. Kesemuanya adalah baik untuk otak anda.

    Bersepedalah 30 menit, 3x seminggu untuk otak anda…!!!!

    [http://dennyja-world.com/2013/04/bersepedalah-30-menit-3x-seminggu-untuk-otak-anda/?utm_campaign=213&utm_medium=twitter&utm_source=twitter]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*