<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Robek</title>
	<atom:link href="http://www.robek.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.robek.org</link>
	<description>Merobek Bekasi</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 04:44:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Perjalanan Terakhir om Jlithenk Syam ber-B2W</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/05/13/perjalanan-terakhir-om-jlithenk-syam-ber-b2w/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/05/13/perjalanan-terakhir-om-jlithenk-syam-ber-b2w/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 04:44:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>mprasodjo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah se-Robek]]></category>
		<category><![CDATA[b2w]]></category>
		<category><![CDATA[friendship]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=902</guid>
		<description><![CDATA[Jumat, 11 Mei lalu adalah hari terakhir om Jeli melakukan B2W. Karena hari tersebut adalah hari terakhir beliau bekerja dan memulai masa pensiunnya. Saya sebagai pribadi mengenal om Jli sejak diawal mulai ber-b2w, karena beliau inilah yang selalu menyapa saya setiap berjumpa di depan tikum TIS, sementara saya sendiri tidak pernah berhenti dan hanya membalas <a href="http://www.robek.org/2012/05/13/perjalanan-terakhir-om-jlithenk-syam-ber-b2w/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/05/om-jeli.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-903" title="om jeli" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/05/om-jeli-200x300.jpg" alt="" width="200" height="300" /></a></p>
<p>Jumat, 11 Mei lalu adalah hari terakhir om Jeli melakukan B2W. Karena hari tersebut adalah hari terakhir beliau bekerja dan memulai masa pensiunnya.</p>
<p>Saya sebagai pribadi mengenal om Jli sejak diawal mulai ber-b2w, karena beliau inilah yang selalu menyapa saya setiap berjumpa di depan tikum TIS, sementara saya sendiri tidak pernah berhenti dan hanya membalas sapaanya. Sangat sering sekali, hingga entah karena apa ketika melintas di depan om Jli waktu itu saya memenuhi panggilan om Jli yang mengundang saya mampir di tikum tersebut.</p>
<p>Ngobrol sejenak, oh ternyata sesama penggowes dari bekasi. Hari itu adalah hari bersejarah saya yang menjadi awal saya bergabung dalam Robek.</p>
<p>Om Jli yang saya kenal adalah sosok seorang pengayom yang selalu mencoba melindungi. Om Jli juga di kenal ringan tangan untuk membantu siapapun. Perlu konsultasi mengenai sepeda ? perlu bantuan mempersiapkan sepedanya untuk acara jalan-jalan atau sekedar pengen service ? Mau belajar menservice sepedanya ? Beliau ini salah satu tempat tujuan bertanya untuk itu semua.</p>
<p>Dalam acara2x kegiatan gowes bersama para robeker pun beliau selalu menjaga dan mengecek barisan kalau-kalau ada yang tertinggal, walaupun saya yakin kenikmatannya berkurang, tapi beliau bersedia menemani mereka mereka yang tertinggal sementara yang lain asik masyuk dengan sepedanya masing-masing menikmati trek selama perjalanan.</p>
<p>Tanggal 11 Mei 2012, kami para robeker kehilangan satu punggawa B2W yang terus ikut mengkampanyekan B2W dengan selalu rutin ber-B2W dan nyaris tak pernah ditinggalkan.</p>
<p>Selamat jalan om Jli. Jangan pernah tinggalkan sepedanya berkarat ya om.</p>
<p>Semoga om Jli dapat menikmati masa pensiunnya bersama Nte Mama dan doakan Robek tetap kompak, makin panjang dan utuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para Robeker&#8217;s yang kehilangan teman seperjalanan</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/05/13/perjalanan-terakhir-om-jlithenk-syam-ber-b2w/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gowes Petualangan Ke Gunung Padang &#8211; 10 Maret 2012</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/03/19/gowes-petualangan-ke-gunung-padang-10-maret-2012/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/03/19/gowes-petualangan-ke-gunung-padang-10-maret-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2012 08:50:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pramudya Ade</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah se-Robek]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=868</guid>
		<description><![CDATA[by Gandalf The Pispot Masih dengan benak yang penuh tanya, aku menceritakan kisah perjalananku bersama Tim Anu ke situs megalithikum di gunung padang, cianjur. Aku dan mungkin sebagian besar dari kalian tidak mengetahui keberadaan situs tersebut yang menurut para ahli sudah berdiri sejak jaman pra sejarah beberapa abad sebelum masehi. Sedikit sekali tulisan yang membahasnya, <a href="http://www.robek.org/2012/03/19/gowes-petualangan-ke-gunung-padang-10-maret-2012/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family: 'Microsoft Sans Serif'">by Gandalf The Pispot</span></div>
<div><span style="font-family: 'Microsoft Sans Serif'"><br />
</span></div>
<p>Masih dengan benak yang penuh tanya, aku menceritakan kisah perjalananku bersama Tim Anu ke situs megalithikum di gunung padang, cianjur. Aku dan mungkin sebagian besar dari kalian tidak mengetahui keberadaan situs tersebut yang menurut para ahli sudah berdiri sejak jaman pra sejarah beberapa abad sebelum masehi. Sedikit sekali tulisan yang membahasnya, ada secuil informasi dari wikipedia  : “<strong>Situs Gunungpadang</strong> merupakan situs <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Prasejarah" target="_blank">prasejarah</a>peninggalan kebudayaan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Megalitikum" target="_blank">Megalitikum</a> di <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa_Barat" target="_blank">Jawa Barat</a>. Tepatnya berada di perbatasan Dusun Gunungpadang dan Panggulan, Desa <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karyamukti,_Campaka,_Cianjur" target="_blank">Karyamukti</a>, Kecamatan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Campaka,_Cianjur" target="_blank">Campaka</a>, <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Cianjur" target="_blank">Kabupaten Cianjur</a>. Luas kompleks &#8220;bangunan&#8221; kurang lebih 900 m², terletak pada ketinggian 885 m <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Elevasi" target="_blank">dpl</a>, dan areal situs ini sekitar 3 <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hektare" target="_blank">ha</a>, menjadikannya sebagai kompleks <a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Punden_berundak&amp;action=edit&amp;redlink=1" target="_blank">punden berundak</a>terbesar di　<a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara" target="_blank">Asia Tenggara</a>.”</p>
<p>Terlintas di benakku&#8230;”beberapa abad sebelum masehi”. Allahu Akbar! ini sebelum jaman kerajaan-kerajaan besar di nusantara ini lahir di bumi nusantara ini sudah ada peradaban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yang kami percayai memimpin petulangan ini adalah&#8230;., ya betul, siapa lagi kalau bukan sang penipu, RC (road captain) yang tidak pernah menyukai sun block. Dengan kepiawaian dia mengedit data gps di google earth, digabungkan dengan data yang dia dapat entah dari mana, terciptalah route petualangan kami. Sesuai dengan perhitungan waktu menurut dia yang selalu meleset plus minus 5 jam, Insya Allah kami akan blasak blusuk sekitar 9 jam. Dari mulai jam 9 pagi s/d jam 6 sore dari titik start  dan kembali lagi ke sana yaitu stasiun kereta api cibeber, cianjur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekitar jam 04.30 pagi itu di hari Sabtu tanggal 10 Maret 2012. Aku sudah terbangun dari lelap tidurku. Sambil menunggu azan subuh, aku mengganti pedal si Trecky dengan pedal tanpa cleat. Petualangan bersepeda yang di pandu oleh RC itu selalu menjanjikan kejutan-kejutan. Dan aku termasuk orang yang “kapok” menggunakan sepatu ber cleat di medan menanjak nan berbatu. <em>Jatuh bodoh</em> tanpa bisa melepaskan kaki dari pedal. Seatpost pun aku ganti dengan seatpost yang lurus, untuk membantu distribusi beban tubuhku lebih berat kedepan. Travel fork aku setting  sekitar 85 mm. Targetku untuk petualangan kali ini adalah, jangan sampai keteteran di belakang menemani sweeper abadi yang makin banyak diminati oleh Anuers. Teringat kembali akan gowes offroad terakhir kali yang aku ikuti sekitar satu bulan sebelumnya, raport performa ku sudah sedikit biru dongkeer mendekati merah. Setelah shalat subuh, mobil yang menjemputku sudah tiba. Dengan berbekal doa restu istriku dan sebuah apple sebagai pengganjal isi perut, aku meluncur ke tikum di pomp bensin pertamina di dekat hyper mall giant bekasi barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tepat jam 6 kurang 15, aku tiba di tikum. Berjumpa kembali dengan muka-muka yang tidak asing, selain salah satu peserta muda, atlit sepeda mtb nasional dari bandung, Om Alam. Total peserta survey sebanyak 18 orang, kami meluncur dengan perlahan menuju titik start yaitu stasiun cibeber, cianjur selatan ( 6°56&#8217;16.15&#8243; S, 107° 7&#8217;15.90&#8243;E &#8211; 461 m dpl) melalui jalur puncak-cipanas. Selama perjalanan tidak ada insiden yang berarti, kecuali mogoknya mobil salah satu peserta yang perlu penanganan tersendiri sementara kami gowes nanti. Untuk mengisi energi, kami berhenti di cianjur kota melahap sarapan  pagi soto mie cianjur dan ngopi barang beberapa teguk. Ini mengingatkanku akan kebiasaan Lance Armstrong yang selalu membawa coca cola 300 ml pada setiap etape di tour dunia yang dia ikuti. Entah mungkin sebagai stimulan untuk otot, yang banyak juga diterapkan oleh para bodybuilders. Karena coca cola itu jenis american drink, yang dikhawatirkan membuat mencret para peserta dan mungkin mimisan juga. Kami hanya berani minum kopi tubruk yang berbonuskan kumis butiran kopi, seperti om Amburadul.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>The Start</strong></p>
<p>Matahari malu-malu untuk menampakan dirinya, tertutup awan abu-abu. Cuaca mendung bagaikan payung yang akan menemani kami mengucurkan keringat. Setelah selesai sarapan kami melanjutkan perjalanan kembali menuju titik satart. Melenceng sekitar 1 jam dari rencana. Gerobak-gerobak berbahan bakar fosil kami parkir di seberang stasiun kereta Cibeber peninggalan jaman pemerintahan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) yang sudah bertahun-tahun tidak dipakai lagi. Tampak rerumputan liar tumbuh di mana-mana, tipikal layaknya aset-aset tua republik ini yang ditelantarkan, meskipun sebenarnya masih bisa digunakan. Waktu seperti tidak berjalan,  seolah olah dari arah timur masih terdengar dentuman pentempuran antara pasukan KNIL dan pejuang republik ini. <a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/420008_3165272963619_1019240517_32774552_1185296303_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-870" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/420008_3165272963619_1019240517_32774552_1185296303_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Pikiranku melayang sambil memperhatikan kesibukan kawan-kawan yang sedang mempersiapkan diri.  Sir Kus, sudah sejak dari pemberangkatan mengalami kebocoran  alami. Hal pertama yang dia cari adalah pit stop pembuangan panggilan alam. Om Sahat, sibuk mengorganisir orang bengkel untuk mengadakan perbaikan <em>in situ,</em> mobilnya yang mogok di daerah Cianjur Kota yang telah di parkir di depan sebuah restoran. Peserta lain mulai mempersiapkan diri, mengecek kelengkapan dan <em>tuning</em> performa sepeda dan pemanasan. Hal yang gampang tapi sering di lupakan. Sang atlit, Om Alam memberi contoh<em>stretching</em> otot dari mulai tangan, tubuh dan kaki. Inilah bedanya atlit dan atit. Kalau atlit selalu melakukan pemanasan, kalau atit, selalu kram, dan galau di track karena gak melakukan pemanasan.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/424933_3165279643786_1019240517_32774565_575963187_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-869" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/424933_3165279643786_1019240517_32774565_575963187_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Hampir jam 11.00, diawali dengan doa yang dipimpin oleh Sir WJ, kita memulai petualangan ini. Tujuan pertama adalah mencapai titik pertigaan sebelum belok ke track <em>off road</em>. Sekitar 12 km (tepatnya 11.9 km di titik 6°59&#8217;33.72&#8243; S, 107° 08&#8217;13.83&#8243;E &#8211; 955 m dpl) aspal halus berkelok nan rindang dengan pepohonan jalan raya Cianjur-Cibeber, relatif sepi, dillewati angkot, truk, kendaraan pribadi dan motor. Jalan menanjak dengan elevasi yang lebih dari cukup untuk sekedar pemanasan. Terlihat, Sang Atlit memulai cadence dengan rpm tinggi, kemudian mengurangi cadencenya dan memulai tidak dengan gowes ala syaiton yang melesat dengan cadence rendah tanpa memperhatikan cara bernafas yang baik, hal yang sangat natural bagaikan mesin diesel yang makin lama makin panas. Kunci kesuksesan dalam menaklukan tanjakan, adalah menjaga stamina dengan pengaturan pernafasan yang tidak dipaksakan. Ketika kombinasi cadence dan pernafasan yang tidak harmonis terjadi, setiap tanjakan tidak akan bisa dinikmati. Jantung berdegup keras, nafas terengah engah, dan ototpun menjadi sakit.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/422394_3165284043896_1019240517_32774574_704414370_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-882" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/422394_3165284043896_1019240517_32774574_704414370_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Anak-anak muda sebagai regenerasi meluncur di depan menemani Sang Atlit, siapa mereka? Sir Inu, Sir Tutus, Sir Madro di temani oleh generasi tua macam RC, Sir WJ, Sir Djo dan Sir Tono yang mulai merasakan sensasi lemasnya tubuh karena dehydrasi. Meskipun mendung, tanjakan ini membuat tubuh-tubuh kami memanas. Aku menempati posisi di belakang Sir WJ,  yang mengintili RC, fokus akan konsistensi cadence dan bernafas serelax mungkin dan setiap waktu selalu melakukan posing. Apakah tanganku terlalu tegang? apakah pinggangku terlalu kaku, apakah nafasku terlalu dipaksakan? Mencoba relax, serelax mungkin dan tetap fokus, sambil sesekali menikmati keindahan alam Cianjur. Dari sekian banyak track tanjakan, kali ini aku dengan merasa enak bisa menyalip RC. Dan hal ini sangat jarang terjadi denganku.Tanpa rasa menyesal, dan sama sekali tidak ada ritual jorok tepok pantat, aku memacu gowesanku. Terlihat Sir Madro dan Sang Atlit kembali meluncur ke bawah untuk menyapu peserta yang tertinggal. Cukup perkasa mereka, hanya ada satu kata untuk mereka : KAWIN! Kalian terlalu lebih mempunyai energi cadangan.</p>
<p>Tiba di pit stop pertama, bersama RC dan Sir WJ kami menempuh perjalanan hampir 1 jam lebih. Kalau dipikir-pikir, track ini jaraknya hampir sama dengan Sentul Belanova ke Bojongkoneng km 0, hanya saja perbedaan elevasinya yang lebih besar. Sambil cooling down, aku membeli beberapa energi supply dan ber ha ha hi hi dengan Anuer yang satu persatu mulai menunjukan batang cranknya. Etape pertama dalam <em>ehahulahi</em>, masih tersedia tenaga untuk <em>ehahulahi</em> kedua, ketiga dan seterusnya. Ini benar-benar perjalanan yang akan memberikan multi <em>ehahulahi</em>.  Terdengar sayup-sayup azan Dhuhur, semua Anuers sudah tersapu naik di pit stop pertama. Kami melaksanakan kewajiban kami kepada sang Pencipta dan berdoa di surau sebrang warung tempat kami mengaso, semoga kami diberi lindunganNya selama dalam petualangan ini. Sementara itu cuaca mulai mendingin ditambah hujan rintik-rintik.</p>
<p>Kita cukup lama melakukan pemberhentian di titik ini, dan perjalanan baru kita arungi 1/5 nya. Hal yang membuat kami excited untuk etape berikut adalah, track kebun teh rolling naek turun, makadam, tanah, sangat technical, rock’n roll baby yeah! Next etape is ehahulahi at Cikondang Waterfall.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>The Amazing Tea Carpet</strong></p>
<p>Setelah semua cukup istirahat -hampir 45 menit- dan mengisi perbekalan jasmani dan rohani, kira-kira jam 1 kurang 15, kita meluncur kembali ke jalur jalan raya,  beberapa ratus meter kemudian belok kanan di titik (6°58&#8217;46.77&#8243; S, 107° 06&#8217;10.02&#8243;E &#8211; 979 m dpl), menuju medan off road. Memasuki perkampungan dengan jalan tanah berbatu menuju perkebunan teh Cibeber. Kiri kanan rentetan rumah dan senyum ramah penduduk kita lewati. Cuaca hujan rintik-rintik dan udara pada ketinggian 900 m lebih di atas permukaan laut membuat beberapa peserta kedinginan, beberapa dari mereka memutuskan untuk memakai jaket hujan. Buatku, gowes di bawah hujan adalah nikmat tersendiri.  Jaket hanya dipakai ketika udara sangat dingin saja. Wush..wush..para Anuers memacu sepedanya menuju ehahulahi berikut. Hari menjauhi kemudaannya, dibenak ku terngiang selalu : we have the time of the world for this amazing adventure so just forget it and enjoy this! Di titik (-later added-) kami berhenti karena ada pertigaan,  kami regrouping lagi dan mengambil jalur ke kiri menuju indahnya kebun perkebunan teh cibeber. Jangan kalian katakan bahwa perkampungan kaum Hobbit di Bag Ends lebih indah, perkebunan teh ini jauh lebih indah dari itu. Hamparan permadani teh ciptaan Sang Maha Kuasa. Rumah Bilbo Baggins pun terlihat cemen ketika melihat gubuk2 dan rumah yang tertata memandang  kami dari kejauhan  beriringan berpacu  menuju Curug Cikondang. Lepas dari jalan perkampungan, sambil regrouping, kami mengambil single track memasuki hamparan hijau perkebunan teh (7°00&#8217;55.45&#8243; S, 107° 06&#8217;49.07&#8243;E &#8211; 1019 m dpl).</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/418478_3165832297602_1019240517_32774620_76903012_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-871" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/418478_3165832297602_1019240517_32774620_76903012_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Delapan belas orang beriringan, terengah-engah, keringat mengucur deras, menanjak dan menurun di antara hijau hamparan teh bagaikan permadani yang melebar sejauh mata memandang, di bawah cuaca mendung dan rintik hujan. Tanjakan dalam jarak pendek dengan bentuk makadam, tanjakan landai panjang makadam, tanjakan tanah yang licin campur batu makadam, atau tanjakan makadam berair, tanjakan berumput yang licin, perosotan tanah, perosotan makadam..you name it&#8230;all of this are available. Mereka memacu gowesannya seperti the Fellowship of The Ring di kejar-kejar oleh Saruman dengan angin,badai, runtuhan batu es.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/419853_3165845977944_1019240517_32774634_513156713_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-872" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/419853_3165845977944_1019240517_32774634_513156713_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Tidak lupa pula kita mengambil momen-momen indah untuk sekedar menarik nafas dan narsis ria, sebagai dokumentasi dan juga bentuk propaganda yang efektif untuk GI-DAHism bagi Anuers yang sedang duduk manis ber JT-ism. Semua ini dalam rangka makin mengkristalkan bentuk DL-ism yang sesungguhnya. Menurut sejarah pergowesan Anu, pada periode awal jaman pra sejarah Anuers, dokumentasi adalah hal yang sangat terlarang. Sehingga kami sering iseng menjahati paparazzi, banyak kasus kejahatan di mana para paparazzi, tiba-tiba bannya kempes atau putus rantai (Catatan : kejadian ini tidak berlaku buat Sir OT, pada kasus dia, memang itu kejadian yang beneran, bukan dijahati). Dengan sibuknya paparazzi mengurusi sepeda sendiri, sehingga momen memalukan seperti TTB, Ngangkot, Ngojek Becek, Godain Teteh, Kram, Jatuh, Ngedrop were not documented. Nama baik Anuers terjaga dan tidak ada penistaan massal selama satu minggu. Setelah jaman makin terbuka. Ide-ide revolusioner muncul. Para Anuers sepakat untuk selalu mendokumentasikan setiap petualangannya (Ini merupakan pesan tersembunyi RC yang baru punya iTenyom). We encourage this!</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/432008_3165872058596_1019240517_32774657_1455039714_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-873" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/432008_3165872058596_1019240517_32774657_1455039714_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Track yang kita lewati seperti track perlombaan XC Race tapi lebih bervariasi. Dan ini lebih capek dibandingkan hanya nanjak di jalur halus macam Gadog &#8211; RA. Jam terbang blasak blusuk memegang peranan penting selain tentunya kebugaran tubuh kita. Perpaduan antara kesegaran dan keindahan alam serta adrenalin yang memecut kita untuk memutar crank lebih cepat, konsentrasi untuk selalu berada dalam keseimbangan ketika mengatasi hal-hal teknikal di track, membuat suguhan Sang Pencipta Maha Besar ini bisa lebih kita nikmati dengan maksimal. Di sini juga terjadi kejadian aneh di mana sweeper abadi kita sir OT bercumbu mesra blepotan di tanah dengan sir Madro. Tidak sempat kita abadikan, tapi hal ini cukup membuat kita teringat akan salah satu anuers yang suka mengajak mandi anuers lain, nun jauh di sana, di bekasi  sedang maen gitar mengiringi permainan congklak sir Echa,sir Farid, sir DP dan sir KetAy.</p>
<p>Mendekati jam 14.00, kita menggumuli tanjakan makadam terakhir yang akhirnya berbonus prosotan, menemukan perkampungan kecil dekat sungai yang mengalir menuju Curug Cikondang yang terkenal itu. Perkampungan ini masih terletak di antara spot terbuka permadani perkebunan teh. Serentak semua peserta di pol position terdepan berhenti untuk melakukan pit stop makan siang sambil menunggu semua peserta terkumpul. Warung yang kita pilih adalah  warung Tita (7°01&#8217;05.26&#8243; S, 107° 05&#8217;47.73&#8243;E &#8211; 960 m dpl), sebuah warung yang cukup sederhana menjajakan nasi dan lauk pauknya serta jajanan yang lain.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/429452_3165913059621_1019240517_32774698_795177568_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-883" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/429452_3165913059621_1019240517_32774698_795177568_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Pisang emas, satu tandan  habis di makan, beberapa buah jagung rebus juga tidak tersisa oleh duet atlit sir Madro dan om Alam, sir Gigs, sudah terlebih dahulu mengambil potongan ayam berkuah dan tahu ditumis dengan cabe, tahu goreng, sambal terasi. Aku berusaha mendapatkan nasi yang tersisa dengan merangsek masuk ke area dapur. Si ibu penjual berjilbab rapi itu, panik luar biasa mendapatkan pelanggan mendadak. “Minta teh manis hangat, bu..”, “Minta kopi bu..”, “Bu, saya minta telor goreng aja 2 biji”. Mereka pikir si Ibu itu punya tangan 10 pasang. Akhirnya nasi habis dan beberapa Anuers tidak kebagian. Untung saja si ibu penjual berinisiatif menelepon saudaranya untuk membawa nasi. Dikarenakan proses penyajian makanan begitu lambat. Sir Chef di asisteni oleh beberapa Anuers mengambil inisiatif, menggoreng telur dan memasak indomie sendiri. Tidak lama kemudian bantuan logistik, nasi satu panci datang. Dan itupun nasibnya sama seperti nasi sebelumnya. Dalam waktu singkat, nasi habis di gares.</p>
<p>Bagaimana dengan sir Kus? Rupanya semenjak di permadani kebun teh, dia telah sukses melakukan beberapa kali kuras isi perut. Dan keadaannya sungguh sangat memprihatinkan. Ini bisa kita jadikan alasan nanti, jika gowes lagi ke daerah ini adalah untuk membersihkan permadani dari kotoran. Di pit stop warung makan itupun tidak lupa pula dia mencoba mematuhi panggilan alam yang sangat provokatif ini. Kebetulan di dekat warung mengalir air sungai  yang cukup deras menuju ke Curug Cikondang. Perlu di tegaskan di sini. Kasus mencretnya sir Kus tidak ada hubungannya dengan event petualangan ini. Lain dengan cerita NR yang membikin mencret beberapa waktu lalu. Hal ini mendapat pengakuan langsung dari sir QQ mahasiswa semester IV jurusan NR.  “Sungguh, ini adalah kesalahan pribadi sir Kus. Event besar ini tidak akan membuat mencret. Kalaupun ada yang mencret gara-gara event ini. Jiaaaahh ada lagi”(Hasil wawancara dengan sir QQ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>The  Amazing Waterfall and The Megalithicum Sites</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/424518_3165927139973_1019240517_32774715_513004008_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-875" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/424518_3165927139973_1019240517_32774715_513004008_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Hari telah menuju ke waktu sore, tidak terasa sebentar lagi angka jam menunjukan pukul 15.00. Peristirahatan kita di sini memakan waktu hampir 45 menit lebih. Tidak jauh dari warung Tita, kita menyebrang setelah jembatan lalu naik ke atas lewat jalan setapak  menuju Cikondang Waterfall. Pintu masuk ke curug di jaga oleh akamsi (anak kampung situ) dengan gaya rambut di pirang  sedikit sedikit macam penyanyi duran-duran kelelep di comberan. Uang masuk cukup murah hanya Rp. 3000,-. Sebagian dari kami tetap menunggangi sepeda menuju curug yang cukup curam dan berbatu. Tidak jauh dari pos pintu masuk, terlihat rangkaian pembangkit listrik tenaga air mini. Masih berfungsi atau tidaknya aku tidak tahu. Jalan menurun menuju curug, bagi keturunan susah adalah habitat mereka. Jalan menuju curug berkelok dan cukup lebar kira-kira 1.5 m,  sebagian licin dan berbatu.  Seperti yang telah kalian ketahui, Sir Tutus mencium tanah dengan sukses di tempat ini karena salah posisi dan pengereman. Tangannya sempat terkilir dan Alhamdulillah tidak terlalu parah.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/418366_3165920779814_1019240517_32774708_1833359012_n.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-874" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/418366_3165920779814_1019240517_32774708_1833359012_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Hanya pujian kepadaNya dalam hati berkali kali ku ucapkan atas keindahan curug ini (7°00&#8217;59.57&#8243; S, 107° 05&#8217;47.49&#8243;E &#8211; 951 m dpl). Ketika aku coba mengambil gambar dengan iCeklek, terlihat di display seperti lukisan natural yang sangat indah sekali. Beberapa kali ku ambil moment penting ini. Sengaja aku tidak memotret object manusia Anuers satupun di depan curug. Karena hal itu hanya akan menodai keindahan curug itu. Sepeda dapat di bawa mendekati curug tapi cukup merepotkan dan agak licin. Aku memarkir si Trecky di saung kecil sebelum jalan setapak menurun menuju curug. Anuers, bergembira ria, sebagian mendokumentasikan pose norak norak bergembira di depan curug dengan tunggangan kesayangannya. Tapi tidak ada yang berani mandi, karena waktu sudah makin sore dan juga, kita teringat akan jalur pembuangan anunya sir Kus yang melalui curug itu. Sir Lae, Sir KG,  berpose macam tidak pernah sebelumnya di photo. Andaikan masih ada umur dan anuers sepakat ke sini lagi, aku akan ikut. &#8230;.((((((((((Gi dah))))))) -terdengar sayup-sayup orang berteriak berecho-. Damn! GI-DAHism ini semacam terror mental yang kadang-kadang berubah menjadi halusinasi, et dah&#8230;.</p>
<p>Belum sepenuhnya kami menikmati kepuasan ehahulahi plus sensasi alam ini, kami harus cepat-cepat melanjutkan  perjalanan yang masih relatif jauh. Baru sekitar 21 km tergowes, berarti baru sekitar 40% terarungi. Kami cepat-cepat mempersiapkan diri kembali naik ke atas ke arah warung Tita. Kemudian mengambil jalan yang sama beberapa ratus meter dan di pertigaan pertama kita mengambil lurus menuju&#8230;SItus Megalithikum. Tanjakan-tanjakan makadam masih belum berakhir,  menggerogoti stamina kami. Tapi semangat berpetualang tidak mengendorkan upaya kami,  meskipun ada insiden sangat menakutkan, seekor kalajengking menghadang di tengah jalan. Ini binatang favorit Sir Gigs, mecoba petantang petenteng ingin melukai kami. Alhamdulillah rintangan besar inipun bisa kita lalui.</p>
<p>Perlahan tapi pasti odometer menambah angka-angkanya mendekati titik tertinggi yaitu 1126 m dpl pada petualangan kali ini. Aku dan sebagian besar Anuers sudah mulai kehabisan energi. Tersedot di tanjakan berbatu makadam landai manis manja tapi pasti, yang diselingi perosotan yang membuat tubuh mengalami guncangan dan pantat terpukul-pukul dan tergesek-gesek hingga ledes. Sempat kita regrouping sebelum nanjak menuju titik tertinggi. Ku akui untuk trip kali ini, ada beberapa hal yang cukup khas. Selama gowes Anuers merasakan sensasi produksi gas di dalam perut terlalu berlebihan, sehingga beberapa kali dentuman meriam alam terdengar di sana sini.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/423431_3165879938793_1019240517_32774662_1579907208_n.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-887" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/423431_3165879938793_1019240517_32774662_1579907208_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a>Kalau tidak nyasar, itu namanya bukan trip menyenangkan. Jika anda menginginkan perjalanan mulus tanpa nyasar, naik jalur angkot saja. Kali ini sandiwara Nyasar Itu Indah (NII) kembali terjadi, RC mulai mengalami kebingungan, hal itu cukup terlihat jelas di raut mukanya yang sedikit hitam kebiruan, ternyata kita telah melenceng dari jalur yang seharusnya..wak waw. GPS RC yang sudah agak linglung dibantu dengan GPS konvensional,  Ganggu Penduduk Sekitar, menyetop semua orang yang berpapasan dengan kita, lalu menanyakan arah menuju ke situs dan menanyakan punya kakak perempuan tidak untuk penduduk yang masih kecil yang kita tanya. Rupanya penduduk yang pertama kita jumpai menunjukan  versi jalur arah menuju situs, merosot , lalu nanjak makadam dikit, merosot lagi  sampa  ke ketinggian 831 m dpl. Yaitu bagian bawah dari situs. Petunjuk ini kita ikuti pada awalnya. Ketika masih dalam kegalauan yang sangat dan berada di puncak meregang otot menaklukan tanjakan makadam sebelum merosot, ada seorang kakek kakek membawa kayu bakar menghadang kita. Si kakek berkata : “Upami ka situs mah tiasa nyandak jalan satapak di handap”.  Wow, dengan mengucapkan terima kasih dan balik badan kita kembali merosot ke bawah sedikit dan mengambil jalur ke kiri, single track yang sebelum tanjakan kita lewati sebelumnya, jalur ini sangat maknyus, melewati rumah,perkebunan penduduk, dihiasi rindangnya pohon bambu, tegalan sawah dan pinggiran tegalan tanaman singkong. Justru jalur inilah yang sangat nikmat&#8230; blessing in galau. Karena dengan jalur ini kita menobatkan diri sebagai , The first nuts, who bring bikes directly to the sites! Tidak seperti goweser lain sebelumnya yang memarkir sepeda di bawah, lalu naik susah payah ke atas ke ketinggian 908 m dpl dengan jalan kaki. Never happen before something like this&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>More on the Megalithicum Sites, The Sundanese Tribe and Anuism</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seperti yang sudah di singgung di paragraph pertama tulisan ini, situs ini sudah ada sejak jaman prasejarah (2500 &#8211; 1500 SM : <a href="http://www.pikiran-rakyat.com/node/176359" target="_blank">http://www.pikiran-rakyat.com/node/176359</a>), jauh sebelum kerajaan-kerajaan besar di nusantara berdiri. Negeri kita ternyata mempunyai peradaban di masa itu. Mesir, China, Yunani, Babylonia, Romawi, Persia dan seterusnya sebagai pioneer peradaban yang terdokumentasi. Tapi di negeri ini dokumentasi tentang situs ini masih minim. Dan pertanyaan besarnya adalah, kenapa ini di temukan di tanah sunda? Bukan bicara masalah suku. Tapi fakta sejarah yang ada. Apakah suku pertama di jawa itu suku sunda semua? Sebelum datang orang-orang dari Yunan, daratan china ke nusantara?</p>
<p>Jika dihubungkan dengan pengalamanku di Ciptagelar, kita bertemu dengan orang Indonesia yang lahir dan besar di Amerika sana. Dia kembali ke tanah air dan bergabung dengan komunitas paguyuban Ciptagelar. Ketika saya bertanya : “Kenapa akang mau hidup seperti ini?” Dia menjawab : “Saya mempunyai mimpi untuk hidup tenang bersama keluarga saya di pegunungan. Itu obsesi saya sejak kecil. Ketika saya mencoba mencari tahu, dari mana saya berasal. Saya menemukan bahwa saya berasal dari sini. Dan rupanya panggilan jiwa saya untuk hidup di pegunungan itu, ternyata terjawab dengan dari mana saya berasal”. Jawaban ini membuat aku bingung sebenarnya. Kemudian dia meneruskan : “Kalian semua juga keturunan dari sini semua, terlihat dari bentuk kuku-kuku kalian”.</p>
<p>Konstelasi, penulisan sejarah negeri ini masih carut marut. Jangankan untuk berkonfrontasi dan mengambil hikmah seperti bangsa jerman dengan sejarah hitamnya nazi di perang dunia II, dan di sini mungkin sejarah kelam G30SPKI untuk hal-hal yang baru berlalu saja, seperti tragedi Mei 1998, kita masih blank, apalagi situs ini.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/422396_3166243267876_1019240517_32774886_1736497274_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-884" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/422396_3166243267876_1019240517_32774886_1736497274_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/416781_3166256988219_1019240517_32774902_1818977312_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-885" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/416781_3166256988219_1019240517_32774902_1818977312_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Terletak di ketinggian 908 m dpl, seluas 150 Ha (ibid) -meskipun luas undakan teratas batunya hanya sekitar 3 Ha- di titik (6°59&#8217;34.62&#8243; S, 107° 03&#8217;19.55&#8243;E). Kami bisa memandang jauh ke sekeliling desa Karyamukti, bahkan lebih jauh dari itu. Angin semilir dan hari yang sudah mendekati maghrib, terasa menyejukan jiwa-jiwa kami yang penat. Setelah menempuh jarak gowes hampir 30 km, semua kepenatan, kesemutan, kegalauan terbayar, ini adalah the climax  of our adventure, ehahulahi terbesar. Batu-batu undakan yang sudah berantakan, berlumut dan berbercak-bercak, rumput hijau terhampar di antara batu-batu. Mistery apa yang tersimpan di situs ini, tidak sepenuhnya terjawab, hanya Allah SWT yang Maha Mengetahui. Masing-masing dari Anuers menerawang dengan khayalan imajinasi sejarah situs ini. Tidak lupa pula sambil bernarsis ria memotret sana-sini. Sang Kuncen dengan sabar menceritakan kami cerita yang di campur mythos. Seperti tentang batu-batu yang mepunyai cetakan tapak harimau, batu memanjang seperti potongan batang pohon yang dibelah dua, yang menurutnya adalah berfungsi sebagai alat musik sitar dan seterusnya.  Situs ini dirawat oleh kerajaan-kerjaan yang datang silih berganti. Dijadikan sebagai tempat pertemuan agung. Layaknya seperti di cerita fiksi Tolkien, the council of elrond dalam saga the lord of the rings. Ketika persekutuan terakhir kaum elves, manusia dan dwarf serta wizard di kukuhkan untuk memusnahkan the one ring membentuk the fellowships of the ring.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/429519_3166214307152_1019240517_32774871_1722134324_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-876" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/429519_3166214307152_1019240517_32774871_1722134324_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/428980_3166308549508_1019240517_32774996_1410571985_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-879" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/428980_3166308549508_1019240517_32774996_1410571985_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/426864_3166251108072_1019240517_32774896_570906910_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-878" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/426864_3166251108072_1019240517_32774896_570906910_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a> <a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/422129_3166177506232_1019240517_32774845_109139278_n.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-877" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/422129_3166177506232_1019240517_32774845_109139278_n-300x200.jpg" alt="" width="300" height="200" /></a></p>
<p>Anuers, juga sepakat menjadikan tempat ini sebagai situs inaugurasi pengklenengan bagi siapa saja yang menurut mereka cukup pantas untuk mendapatkan klenengan. Bukan melihat mistisnya, tapi upaya untuk mencapai situs ini cukup berat dan layak sebagai ujian terakhir materi kuliah Anuism. Hanya kepadaNya the one and only kita menyembah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Klenengan hanya simbol persahabatan dan pencapaian. Bukan untuk dibanggakan dan exclusivism. Penganugrahan klenengan terbuka bagi Robekers yang berminat, dan mempunyai jiwa gila seperti RC bermata hitam legam. Melalui ujian yang cukup berat. Nanjak Gadog &#8211; RA di bawah 2 jam, mengikuti  event anu minimal 5 kali dalam setahun, pernah century ride, rajin b2w, pernah tidur di welcome, anti sun blok, lucu dan tentunya harus suka nanjak. Di hari itu kita menyematkan 4 klenengan kepada peserta ujian, Sir Lae Sahat, Sir Tutus BetterThan Titus, Sir Inu Ehahulahi dan Sir Madro Biskwit Toblerone Kabel Roll.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>The Rail Road and The Finish</strong></p>
<p>Menjelang maghrib, kami turun dari situs melalui tangga dari beton, berkelok sambil TTB. Tangga ini cukup bagus dan rapi, di sampingnya di buat pagar dari pipa besi bercatkan warna hijau tua sebagai tempat tangan untuk berpegangan.  Kami turun ke titik 831 m dpl, diiringi rasa bersyukur dapat mengambil jalur yang tidak umum, sehingga sepeda kami bisa kami bawa ke situs, kalau tidak, kami terpaksa memarkir sepeda di bawah dan naik melalui tangga ini.</p>
<p>Ketika sampai di bawah, orang-orang terheran-heran dengan rombongan kami, karena baru pertama kali mereka melihat sepeda di bawa turun oleh 18 orang dari atas ke bawah. Di sana kami beristirahat sebentar, sementara itu azan Maghrib telah berkumandang. Anuers melengkapi dirinya masing-masing dengan membeli energy supply dari warung dekat pos masuk menuju situs. Karena hari menjelang malam, kami mulai memasang lampu penerangan. Dengan mengucapkan bismillah, kami tinggalkan situs yang sangat menakjubkan itu.</p>
<p>Perjalanan pulang selalu menjadi kurang begitu menyenangkan, tapi apa boleh buat hal itu harus kami jalani. Enam kilometer kedepan, track akan melewati perumahan penduduk, perkebunan teh dengan medan rolling, naek turun. Aspal, makadam, nanjak turun. Beruntungnya, sebagian besar jalannya sudah di aspal halus.  Dan 14 kilometer sisanya kami masih belum tahu tracknya, yang jelas jalur itu berada dekat dengan rel kereta api kalau dilihat dari GPS. Sejak turun dari situs kami mengalami sensasi dengkul gemetaran, karena udara dingin. Di persimpangan jalan, sambil regrouping dan bertanya kepada penduduk sekitar mengenai arah menuju Cibeber, jaket-jaket kamipun menyelimuti tubuh kami yang kedinginan.</p>
<p>Arah pulang telah melenceng dari jalur GPS. Turun dengan kecepatan sedang dalam kegelapan, sensasi kelap kelip di Gunung Padang, di tengah kekhawatiran nyasar ke arah yang tidak tentu . Akhirnya kami mentok di perkampungan dengan single track jalan semen merosot di antara rumah-rumah penduduk. Setelah itu kita melewati jalur tanah dan menyebrang jembatan menelusuri pinggiran dinding terjal.</p>
<p>Tidak berapa lama kami tiba di jalan setapak menanjak menuju rel kereta api. Setelah tiba di atas, terlihat samar-samar bentangan rel kereta api yang dipenuhi batu lepas sebagai penguat bantalan rel. Kami kembali regrouping, setelah semua siap, kita mulai gowes di samping rel atau di antara rel dengan sensasi yang sungguh berbeda.</p>
<p>Batu lepas, i hate it! Larsen TT sebagai ban terbaik di dunia tidak mampu memberikan gigitan yang mumpuni. Beberapa kali aku hampir hilang keseimbangan. Di tambah suasana gelap dan hembusan angin malam yang cukup kencang. Di sisi kiri  kanan kami kadang kami temui perumahan penduduk selebihnya gelap gulita hutan biasa di terangi sinar rembulan yang temaram. Ekstra hati-hati kami terapkan ketika melewati single track pinggir rel yang sebelah kirinya jurang. Tidak kita ketahui pasti berapa dalamnya. Dengan keseimbangan yang terganggu akibat ban yang tidak cocok untuk batu lepas, aku beberapai kali sempat terhenti dan merinding ketika melewati single track ini.</p>
<p>Iringan kelap kelip cukup menarik perhatian penduduk sekitar di iringi bunyi klenengan yang nyaring di kesunyian malam. Sensasi lain yang kita alami yaitu fenomena alam medan magnet. Aku sendiri tidak menyadari ini, tapi sebagian besar Anuers mengatakan hal itu. Ada yang mengalami seperti rasa mabok. Sepeda tidak perlu di gowes tapi melaju kencang. Mungkin konsentrasiku pada saat itu lebih ke menjaga keseimbangan sehingga sensasi ehahulahi di medan magnet tidak begitu kurasakan.</p>
<p>Aku tidak begitu menikmati gowes di sepanjang rel ini, ingin cepat-cepat mencapai perumahan penduduk yang mempunyai jalan biasa menuju ke stasiun Cibeber. Tiga kilometer sebelum stasiun, akhirnya doaku terkabul. Beberapa penduduk desa, menyarankan kami mengambil jalan ke kanan menuju stasiun. Sungguh melegakan.</p>
<p>Wussshhh&#8230;menuju finish. Anuers gowes macam kekambingan. Saling balap membalap dan menyalip. Sementara aku, menikmati akhir dari petualangan ini. Alhamdulllah kami telah diberi keselamatan olehNya, tanpa ada kejadian yang mengkhawatirkan selain orang mencret sepanjang jalan dan beberapa penciuman bumi dengan sukarela.</p>
<p>Kami tiba di stasiun Cibeber sekitar jam 8 malam. Dan secara keseluruhan petualangan kali ini di tutup dengan makan bersama di salah satu restoran di daerah cipanas. Pulang ke Bekasi ke rumah masing-masing, rata-rata sampai jam 1 malam lebih. Gowes apa ronda! (Nte Anisa &#8211; Sir Pram : 2012).</p>
<p>Berikut trek yang kita lalui</p>
<div  style="text-align: left;"  class="xmlgmdiv" id="xmlgmdiv_22"><iframe class="xmlgm" id="xmlgm_22" src="http://www.robek.org/wp-content/plugins/xml-google-maps/xmlgooglemaps_show.php?gpxid=22" style="border: 0px; width: 664px; height: 400px;" name="Google_Gpx_Maps" frameborder="0"></iframe></div>
<p><img class="xmlgmele" id="xmlgmele_22"  style="text-align: left; margin: 0px; padding: 0px; max-width: 100%;"  alt="Elevation Profile" src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=lc&#038;chls=5,0,0&#038;chf=c,ls,90,CCCCCC,0.125,FFFFFF,0.125&#038;chxt=x,y&#038;chxl=0:|0 km|12.8 km|25.5 km|38.3 km|51 km|1:|400 m|500 m|600 m|700 m|800 m|900 m|1000 m|1100 m|1200 m&#038;chd=s:GFFGKOSWbfjnruwxxxxwwuurtssxvw120wmklljhaTPMKIHGFF&#038;chs=664x200&#038;chco=0000FF&#038;chtt=Elevation+Profile&#038;chts=555555,12" /><br /><img class="xmlgmspeed" id="xmlgmspeed_22"  style="text-align: left; margin: 0px; padding: 0px; max-width: 100%;"  alt="Speed Profile" src="http://chart.apis.google.com/chart?cht=lc&#038;chls=5,0,0&#038;chf=c,ls,90,CCCCCC,0.166666666667,FFFFFF,0.166666666667&#038;chxt=x,y&#038;chxl=0:|0 km|12.8 km|25.5 km|38.3 km|51 km|1:|0 km/h|5 km/h|10 km/h|15 km/h|20 km/h|25 km/h|30 km/h&#038;chd=s:Sr3mWXVWTSXWcjYgiXbUcXaQeuPSdOLeYUYSngVWQSVVSblvuk&#038;chs=664x200&#038;chco=0000FF&#038;chtt=Speed+Profile&#038;chts=555555,12" /><br /><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/3_10_2012-gnpadang.gpx">3_10_2012 gnpadang</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/03/19/gowes-petualangan-ke-gunung-padang-10-maret-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukamantri via BNR n Nyasar dikit, 25 Februari 2012</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/03/02/sukamantri-via-bnr-n-nyasar-dikit-25-februari-2012/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/03/02/sukamantri-via-bnr-n-nyasar-dikit-25-februari-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2012 03:13:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pramudya Ade</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah se-Robek]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=860</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu kemarin, 25 Februari 2012, temen temen robekers nanjak kuliner ke sukamatri. Sukamantri terletak di kawasan ciapus, bogor sekitar 10 km dari pusat kota kearah barat daya. Sebenarnya sebagian temen temen robek sudah ada yang pernah kesini. namun kali ini om RC a.k.a om Bleken membuat variasi trek dikombinasikan dengan trek yang didapat dari teman teman <a href="http://www.robek.org/2012/03/02/sukamantri-via-bnr-n-nyasar-dikit-25-februari-2012/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu kemarin, 25 Februari 2012, temen temen robekers nanjak kuliner ke sukamatri. Sukamantri terletak di kawasan ciapus, bogor sekitar 10 km dari pusat kota kearah barat daya. Sebenarnya sebagian temen temen robek sudah ada yang pernah kesini. namun kali ini om RC a.k.a om Bleken membuat variasi trek dikombinasikan dengan trek yang didapat dari teman teman komunitas lain. Jadi, agak nyasar dikit..  Berikut treknya..</p>
<div  style="text-align: left;"  class="xmlgmdiv" id="xmlgmdiv_21"><iframe class="xmlgm" id="xmlgm_21" src="http://www.robek.org/wp-content/plugins/xml-google-maps/xmlgooglemaps_show.php?kmlid=21" style="border: 0px; width: 664px; height: 400px;" name="Google_KML_Maps" frameborder="0"></iframe></div>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/SKm25feb3.kml">SKm25feb</a></p>
<p>Perjalanan dimulai jam 06.00 pagi kita berkumpul di pintu tol JORR kalimalang. Setelah berkumpul semua, kamipun meluncur menuju kota bogor. Setelah parkir dan loading sepeda di KPPN Bogor, dan berdoa tentunya, perjalanan pun dimulai.</p>
<p>Mengikuti alur GPS yang dibawa oleh Sir RC, kamipun keluar masuk kampung, tanjakan demi tanjakan, lewat sawah sampai gotong gotong, sampailah di sukamantri. Jalan menuju keatas didominasi oleh makadam dan batuan lepas yang membutuhkan teknik yang baik dalam menikmati tanjakan.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/401164_3343287298119_1146837886_3537575_1517464388_n.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/401164_3343287298119_1146837886_3537575_1517464388_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>    <a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/426734_3343311978736_1146837886_3537622_2143626982_n.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/426734_3343311978736_1146837886_3537622_2143626982_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>  <a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/429720_3343348579651_1146837886_3537678_472009313_n.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/429720_3343348579651_1146837886_3537678_472009313_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>  <a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/421147_238708786222648_100002505851977_516080_1702803452_n.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/03/421147_238708786222648_100002505851977_516080_1702803452_n-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah dari atas, kami meluncur ke rumah saudara om Adit untuk masak masak dan makan makan. tidak lupa dengan ayam bakar madu keju spesial ala Chef Arie.. muantaaab&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/03/02/sukamantri-via-bnr-n-nyasar-dikit-25-februari-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gula jawa (palm sugar), Power Booster alami buat goweser..</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/02/27/gula-jawa-palm-sugar-power-booster-alami-buat-goweser/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/02/27/gula-jawa-palm-sugar-power-booster-alami-buat-goweser/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Feb 2012 08:56:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pramudya Ade</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=832</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini di sela-sela kesibukan, saya coba research tulisan mengenai gula jawa. Saya kumpulkan dan sajikan secara sederhana. Terus terang, ketika gowes survey, saya makan gula jawa yang dibawa oleh sir criminal cat (Kucing Garong). Dan seperti ada boost energy yang membuat saya mampu menaklukan tanjakan. AK &#160; Manfaat Gula Jawa (Dari berbagai sumber) Amankan <a href="http://www.robek.org/2012/02/27/gula-jawa-palm-sugar-power-booster-alami-buat-goweser/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini di sela-sela kesibukan, saya coba research tulisan mengenai gula jawa.<br />
Saya kumpulkan dan sajikan secara sederhana.<br />
Terus terang, ketika gowes survey, saya makan gula jawa yang dibawa oleh sir<br />
criminal cat (Kucing Garong). Dan seperti ada boost energy yang membuat saya<br />
mampu menaklukan tanjakan.</p>
<p>AK</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/gula-merah.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-833" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/gula-merah-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Manfaat Gula Jawa<br />
(Dari berbagai sumber)</p>
<p>Amankan stok insulin anda dari sekarang. Gunakan hanya pemanis alami yang aman.<br />
Gula jawa memiliki glycemic index yang rendah sehingga aman bagi pankreas anda.<br />
Nikmati hidup anda bukan hanya disaat muda, tapi juga hari kemudian. Amankan<br />
pankreas keluarga anda mulai sekarang.</p>
<p>Gula dan Sukrosa<br />
Gula paling populer saat ini adalah gula pasir. Pemanis dari batang tebu ini<br />
dikonsumsi sedikitnya 6 sendok teh sehari. ini kalau anda hanya ngoipi 3 kali<br />
sehari dan masing-masing hanya ditaburi dua sendok teh saja per penyajian. Kalau<br />
anda ngopi lebih dari 3 kali sehari, dipastikan konsumsi harian gula anda<br />
berlebih.</p>
<p>FDA memberi aturan konsumsi gula harian maksimal 6 sendok teh gula tebu (gula<br />
pasir) dalam sehari. Aturan ini tentu tidak berlaku jika pada hari itu anda<br />
sudah mengkonsumsi makanan dan minuman yang kabar gulanya tinggi. Padahal<br />
mungkin anda termasuk yang suka ngopi atau minum teh dengan konsentrasi gula<br />
cukup tinggi. Hati-hati kalau kebiasaan ini berlangsung cukup lama karena<br />
serapan gula darah anda pasti tinggi.</p>
<p>Apa akibatnya?<br />
Sebuah penelitian beberapa tahun lalau menyebutkan bahwa, memang otak butuh<br />
“gula” untuk aktifitasnya setiap beberapa detik sekali dalam keadan “mengalir”,<br />
tetapi bukan “banjir”. Gula dibutuhkan tetapi butuh aturan dan takaran yang pas.<br />
Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa aliran gula yang “banjir” dapat<br />
menyebabkan ‘luka permanen’ pada sel di otak. Tidak disebutkan apa akibatnya<br />
dari luka permenen tersebut.</p>
<p>Glicemic Index<br />
Glicemic Index atau indek glikemik adalah indikator yang penting diketahui oleh<br />
konsumen sebelum membeli produk. Angka glycemic index gula jawa adalah 25. Angka<br />
ini termasuk dalam kategori rendah, sehingga aman dikonsumsi harian dibandingkan<br />
gula pasir/gula tebu.<br />
Terpenting adalah gula jawa mengandung banyak senyawa bermanfaat untuk kesehatan<br />
tubuh. Saya menyebutnya sebagai pemanis yang memiliki fungsi “jamu” atau “obat”<br />
karena peran senyawa-senyawa yang terkandung dalam gula jawa sangat baik dalam<br />
menjaga kesehatan.<br />
Dalam gula jawa juga terkandung galaktomanan yang bermanfaat untuk penyakit<br />
diabetes dan penderita tinggi kolesterol. Gula jawa benar-benar seb uah pemanis<br />
alami yang sarat manfaat, layak dikonsumsi harian dengan tertib.<br />
Berikut ini adalah beberapa keunggulan gula jawa dibandingkan dengan gula pasir<br />
(gula tebu) atau pemanis lain :</p>
<p>[1] Rasanya manis dan memiliki aroma khas yang lezat (aroma nira).<br />
[2] Mengandung mineral.<br />
[3] Kandungan gula (sukrosa) lebih kecil.<br />
[4] Mengandung Thiamine, Riboflavin, Nicotinic Acid, Ascorbic Acid, protein dan<br />
vitamin C.<br />
[5] Untuk terapi asma, kurang darah/anemia, lepra/kusta, dan untuk mempercepat<br />
pertumbuhan anak.<br />
[6] Baik untuk meringankan batuk yang disertai demam.<br />
[7] Baik untuk makanan awal bagi penderita penyakit typhus.<br />
[8] Baik untuk diet, mengurangi panas pankreas, menguatkan jantung, membantu<br />
pertumbuhan gigi sehingga kuat.<br />
[9] Mempunyai khasiat seperti madu.</p>
<p>Begitu banyak manfaat gula jawa yang tidak dimiliki oleh gula pasir atau pemanis<br />
lainya, ada baiknya mulai sekarang untuk mengganti pemanis minuman dan masakan<br />
anda dengan gula jawa. Nikmati rasa manis gula jawa setiap hari untuk kesehatan<br />
anda setiap hari. Tabung dalam tubuh anda atas senyawa-senyawa bermanfaat yang<br />
ada dalam gula jawa (poin nomor 4 di atas) sehingga jesehatan anda tetap<br />
terjaga. Mari kembali ke resep leluhur kita, kembali gunakan gula jawa sebagai<br />
komponen bumbu dalam memasak serta sebagai pemanis disaat “ngopi”!</p>
<p>Macro-nutrients (mg / 100g)</p>
<p>Nitrogen (N) 202<br />
Phosphorus (P) 79<br />
Potassium  (K) 1,030<br />
Calcium (Ca) 8<br />
Magnesium (Mg) 1<br />
Sodium (Na) 45<br />
Chloride (Cl) 470<br />
Sulfur (S) 26<br />
Boron (B). 0.6<br />
Zinc (Zn). 2<br />
Manganese (Mn). 0.1<br />
Iron (Fe). 2<br />
Copper (Cu). 0.23<br />
Thiamine. 0.41<br />
Vitamin C. 23.4</p>
<p>Sources:  COMPARISON OF THE ELEMENTAL CONTENT OF 3 SOURCES OF EDIBLE SUGAR -<br />
Analyzed by PCA-TAL, Sept. 11, 2000.  (MI Secretaria et al, 2003) in parts per<br />
million (ppm or mg/li).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posted on : Mon Dec 13, 2010 9:11 pm</p>
<p>Powered by PispotBerry®</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/02/27/gula-jawa-palm-sugar-power-booster-alami-buat-goweser/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapan Bike2Work PERDANA</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/02/23/persiapan-bike2work-perdana/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/02/23/persiapan-bike2work-perdana/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 08:39:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RoLLa Eva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah se-Robek]]></category>
		<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=820</guid>
		<description><![CDATA[Apa persiapan awal untuk memulai aktifitas B2W? Persiapan. Siap mental, siap pengetahuan dasar bersepeda di jalan raya, dan siap melengkapi diri dengan perangkat keamanan dan keselamatan bersepeda di jalan raya. sumber: http://b2w-indonesia.or.id/faq Berikut kutipan dari milist ROBEK yang di compile ama punggawa ROBEKers, om t3k0&#8230;.. check this out yawh om dan tante&#8230; semoga bisa jadi <a href="http://www.robek.org/2012/02/23/persiapan-bike2work-perdana/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/2127525817_acbcc7b31e.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/2127525817_acbcc7b31e-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-821" /></a><br />
Apa persiapan awal untuk memulai aktifitas B2W?</p>
<p>Persiapan. Siap mental, siap pengetahuan dasar bersepeda di jalan raya, dan siap melengkapi diri dengan perangkat keamanan dan keselamatan bersepeda di jalan raya.</p>
<p>sumber: http://b2w-indonesia.or.id/faq</p>
<p>Berikut kutipan dari milist ROBEK yang di compile ama punggawa ROBEKers, om t3k0&#8230;.. check this  out yawh om dan tante&#8230; semoga bisa jadi inspirasi dan motivasi kita bersama&#8230;&#8230;..</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/bike-to-work.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/bike-to-work-252x300.jpg" alt="" width="252" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-823" /></a></p>
<p><strong><em>From: Alam Syah<br />
To: &#8220;ROBEK@yahoogroups.com<br />
Sent: Monday, November 7, 2011 1:49 PM<br />
Subject: [RoBek] persiapan fisik sebelum bike to work perdan</em>a</strong></p>
<p>sebelum bike to work perdana saya gowes ke tempat kerja pada hari sabtu dan minggu untuk mempelajari rutenya.<br />
selain adatasi jalur, dari situ keukur juga lelah dan lapernya seperti apa. hehehe</p>
<p>selain itu persiapan fisik lainnya adalah gowes bareng tiap sabtu minggu dari jatibening ke JJ, asem, cikeas, cibubur..<br />
jadi ketika gowes jatibening mampang dah gak kaget lagi&#8230;</p>
<p><strong>kalo Om dan Tante apa persiapannya&#8230;?</strong></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
<em><strong>From: ketty suhaeti<br />
Sent: Monday, November 7, 2011 4:19 PM</strong></em></p>
<p>tadinya gak kepikiran untuk b2w. dulu punya sepeda cuma untuk ikut funbike dan untuk alat olah raga. tapi setelah setiap hari suka liat orang yang kerja dengan menggunakan sepeda terus keliatannya mengasikkan eh pengen coba deh. pertamanya nanya2 jalan sama temen kantor yang suka naik motor,  lewat jalan jalur mana aja, terus dipraktekin waktu weekend sambil olahraga, dan karena kalau hari kerja jalan agak rame jadi sedikit minder takut ditabrak jadinya hari pertama b2w berangkat pagi2 dengan asumsi lalulintas belum rame dan padat, sampe kantor belum dibuka jadinya nongkrong dulu didepan kantor sambil ngaso dan ngilangin keringet, gak terasa udah jalan 3 tahun deh..:-)</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>From: aquasagita@&#8230;<br />
Date: Mon, 7 Nov 2011 16:50:12 +0800</strong></em></p>
<p>sama om, latihan gowes dulu stiap abis solat subuh selama sebulan lebih, awal2 sejam lebih, lama2 dah bisa separonya (stngah jam), bgitu dah pe&#8217;de lngsung deh b2w tanpa survey rute (jalur x.mlang-cawang-mt.hryno-gatsu-komdak-scbd)</p>
<p>minggu2 pertama blm kenal robek, msh lonerider sejati, jg ga pernah ktemu sapa2 dijalan, akhirnya join milis pusat (di milis isinya orangnya lu lagi lu lagi) &amp; trnyata ada orang2 bekasi jg yg naek spda, dulu tempat kumpul cuman di pasfes, dsnalah kenal banyak b2wers dari 5 penjuru mata angin</p>
<p>awal2 b2w tepat musim ujan yg lg segede2nya ujan, blm tau klo sepeda itu blh pake jaket, jd dulu yg namanya ujan, ya udah ujan2an aja sebasah2nya, se-lepek2nya &amp; ng&#8217;jeplak sexy abis&#8230;<br />
ada tuh robekers klo ujan2an sambil pipis di celana, anget katanya&#8230;. <img src='http://www.robek.org/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>________________________________________</p>
<p><strong>Re: [RoBek] persiapan fisik sebelum bike to work perdana </strong></p>
<p>persiapan perdana b2w waktu beli sepeda abal2  fulsus (hari sabtu) .. dipasar rumput langsung digowes<br />
ke rumah pondok kelapa&#8230;.lumayan tepar&#8230;..<br />
hari seninnya  langsung b2w perdana (16 Juni 2008) pondok kelapa &#8211; cawang&#8230;.dan<br />
pertama ketemu sesama b2w dgn om alam di bangjo halim (waktu itu masi pake mtb..) ..gile speed tinggi ga bisa ngikutin&#8230;.<br />
join di milis robek ..tambah ilmu persepedahan ..ganti sepeda yg ht b2w kuning hitam (sampe sekarang masi pake&#8230;)<br />
dari seminggu 2x&#8230;. ketagihan&#8230;jd seminggu 3x&#8230;sampe sekarang jd seminggu 5x b2w&#8230;.mudah2an tetep ketagihan&#8230;.</p>
<p><em><strong>salamkEtagihan<br />
Septianto</strong></em></p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>From: imelda silooy<br />
Sent: Monday, November 7, 2011 2:22 PM</strong></em></p>
<p>Pertama beli sepeda keluaran b2w kuning hitam (nodong hadiah ultah hahaha)<br />
Lalu beberapa minggu kemudian coba Gowes ke liling galaxi sampa ke Kemang pratama.<br />
Lalu bbrapa minggu kemudian langsung nyoba gowes ke ktr, n langsung Ketemu Om Jli dan diajak Join Robek <img src='http://www.robek.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>im3l<br />
Kring Kring Gowes Go Green </p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>LaDy oLa  </strong></em></p>
<p>minggu pertama&#8230;gowes keliling komplek&#8230;&#8230;.<br />
minggu kedua&#8230;&#8230;makin jauh sampe pangkalan jati&#8230;<br />
minggu ketiga&#8230;&#8230;tambah jauh sampe borobdur<br />
minggu keempat&#8230;. ke taman mini&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>trus&#8230;. bulan depannya diajak om alam  nyamperin om satari (robek juga, yg ikutan jelajah sepeda jkt-palembang, temen seruangan kantor om eep)….  trus betiga (kebetulan satu RT) tikum HARO &#8230;trus&#8230;..join ROBEK dehhh</p>
<p>&#8211;<br />
~oLa~<br />
Go Green with &#8220;GoWes&#8221;<br />
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~<br />
SAVE ENERGY:Use Low Emission for Transportation When Possible</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/4167773289_c49133c816_o.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/4167773289_c49133c816_o-300x209.jpg" alt="" width="300" height="209" class="aligncenter size-medium wp-image-826" /></a></p>
<p><em><br />
<strong>On 07/11/2011 15:12, Fachrul Hermawan wrote:<br />
</strong></em><br />
kusus fisik doang ya sharenya?</p>
<p>kalo persiapan fisik biasa aja karena kantornya deket, tetapi ngilernya b2w karena liat nte Imel dengan<br />
Dahoonnya nyelap-nyelip di dpan SPBU cipinang indah 1. dulu belum kenal,jadi saya pikir kok enak banget ya b2w ini ibu2 bisa meliak-meliuk di kemacetan, sementara gw?cm bisa ngiler besoknya pinjem sepeda novian karyanto buat funbike dan keliling2 komplek terus ngiler mau beli sepeda,tukar<br />
pikiran sama temen SMA om deejan dan akhirnya jadi juga deh B2W dengan seli Pro XT 300 yang sampe sekarang nemenin Insya Allah ditiap hari jumat<br />
________________________________________</p>
<p><strong><em>2011/11/7 Trisno, Afrianto </em></strong></p>
<p>Ikutan sharing ya..<br />
Gowes ke kantor garong hampir sebulan..<br />
Pertama b2w gabung dengan Robek saya rosi rosian saya om TJ dan om Haris<br />
(mantan menag Robek)<br />
Pakai ban SB8, dulu diRobek ban ini jarang yg makai..<br />
Ternyata mereka berdua ga ada apa2nya&#8230;cemen men.. mosok kalah saya<br />
nubie..<br />
hahahahah&#8230;.</p>
<p>*ketawa guling-gulingan di tanah.</p>
<p>Salam Rante,<br />
Afrianto<br />
*Ngepit sak modare.</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><br />
<strong>From: Jlithenk Syam<br />
Sent: 07 Nopember 2011 16:04</strong></em></p>
<p>Persiapan pisik sebelum B2W&#8230;.kayaknya gak ada. Cuman njajal sekali<br />
kekantor pake sepeda brapa lama dibanding ngebus takut dibilang<br />
cemen&#8230;.eee gak ampe sejam dah sampe dan ternyata&#8230;.uwenak juga.<br />
Yang seru sich persiapan mental&#8230;.B2W bareng senior kayak apa ya&#8230;.?<br />
Yang jemput Oom Teko lagi..wah mesti siap bener, jangan sampe keteter<br />
sampe gak bisa tidur nyenyak&#8230;jam 4 dah siap lanjut senam pemanasan,<br />
pas jam janjian tikum sambil deg-degan ngebayangin kumis tebel kayak<br />
Burt Reynold&#8230;.dan ternyata orangnya baik, dan ngikutin terus<br />
dibakang&#8230;.takut kali ngawal nyubi mainnya ditengah mulu.<br />
Patesan ampe sekarang demennya jadi sewiper&#8230;.hihihi makasih Oom Teko<br />
dikau memang baik hati dan tidak sombong.</p>
<p>Jlithenk<br />
Dikirim dari BlackBerry(r)<br />
Pake Kekuatan Sinyal INDOSAT<br />
Melalui Jalur Sutra Robek Kalimalang</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>&#8220;Teguh Imam Yuwono&#8221;  wrote:</strong></em></p>
<p>Pertama nyobain jarak gowes hari minggu muter2 sampai setu<br />
Kemudian hari pertama gowes hari jum&#8217;at bareng om dadang, belum pake helm (belum beli)<br />
Terus minggu berikutnya baru mulai ketemu om2 yg katanya mo pulang ke bekasi juga, kemudian diajakin lewat polisi tidur, dan ternyata disini polisi tidurnya beda ama yg ada dlm pikiran saya,<br />
Dari tendean sampe TIS ketemu 3 polisi tidur, waktu itu bener2 luar biasa, sy sampe ngap2an ngejarnya, baso yg baru dimakan serasa mau keluar.<br />
Setelah itu saya baru tahu, kalo om tadi itu ternyata baset dan asetnya.</p>
<p>Sent from my BlackBerryÂ®<br />
powered by Sinyal Kuat INDOSAT<br />
________________________________________</p>
<p><em><strong>Budi Edi Prayitno  wrote:<br />
Berbagi kisah :</strong></em></p>
<p>Awal kenal sepeda gara gara bergabung dgn komunitas MTB Karawang (weekend warrior). Mulai tertarik B2W setelah mulai kehabisan waktu utk joint dgn MTB di Karawang, gowes perdana B2W msh berdua sm nte Anya klojot siang rute Duren sawit (BKT). Sampai akhirnya salah satu kenal tmn bermain offroad om Iwan BS mengajak utk bergabung dgn B2W Robek dgn bujukan &#8220;Sepeda jangan dikelonin terus dan jangan Garong mulu&#8217;. Awalnya masih malas bergabung, karena kesan yg timbul dalam benak pikiran &#8220;Pasti sepedanya keren keren semua&#8221; alias minder.</p>
<p>Setiap ngeliat para Robekers di Bangjo (saat ngeGas ato gowes) masih males gabung (tetep minder). Sampe akhirnya tanpa disengaja melihat satu srikandi gowes B2W pake sepeda federal keranjang. Ternyata yang gowes di B2W Robek tuh semua aliran sepeda (gak melulu MTB yg mahal mahal). Akhirnya teringat ajakan dr om Iwan BS utk gabung di Robek, ketemu eyang Jlithenk dan om saltovani. Bahkan akhirnya begitu mencintai komunitas ini, karena visi dan misinya, berbeda saat menjadi penikmat MTB offroad.</p>
<p>Tapi dari awal bergabung sampe sekarang (detik ini) belum pernah nguler bareng sama yg ngajak gabung di Robek. Om Iwan langsung dinas kerja ke Manado ketika saat saya bergabung di Robek.</p>
<p>Ride it&#8230;<br />
Experince it&#8230;<br />
Bike to work it&#8217;s different !!</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/new1cy2.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/new1cy2-289x300.jpg" alt="" width="289" height="300" class="alignleft size-medium wp-image-827" /></a></p>
<p><em><strong>Ronald Marendra  </strong></em></p>
<p>Persiapan pisik ngak ada cuma waktu itu kepincut oyama skyline pro<br />
malem beli, besok sabtu paginya langsung gowes coba sampe bkt terus lanjut lipet naek metro mini T52 sampe tebet.<br />
terus dari tebet lanjut sampe kantor di SCBD, di tanya orang dari mana pak, saya jawab dari bekasi<br />
jauh ya pak, dalam hati orang di sambung pake bis, saya jawab hoghoh.</p>
<p>Begitu pulang dari kantor jam 7.30 malem, lewat polisi tidur tendean trans tv,<br />
megab2 langsung TTB, makannya di tanjakan ini saya dendam, sampe sekarang<br />
jangan sampe TTB ke dua kalinya, kalo lewat sini, dan banyakin baca doa supaya<br />
ngak digangguin banci lagi,,,,,,,,,,,,,,,,,,dregdeg, mendingan di suruh maen prosotan dach.</p>
<p>Dan dipolisi tidur inilah bakso yang baru di makan mau keluar lagi waktu itu om siapa ya ?wkwkwkwkwkwkwkw, jangan ikutin baset yang punya anak aset.</p>
<p>Terus akhirnya sampelah xmalang halim, lipet ke mikrolet turun galaxi, gowes lagi sampe<br />
Rawa Lumbu, alhasil sampe rumah jam 9.30 malem, gile nyampe juga gw kerumah ya<br />
jauh bener perasaan</p>
<p>Saya ulang berkali2 setiap hari sabtu aja, soalnya saya pikir kalo hari biaya bisa berabe dech macetnya, dan sampe suatu saat searching sana sini, eh nemu milis robek, nah begitu join<br />
isinya ngak karuan, tambah binggung waktu itu lagi peralihan korwil antara OT mau ke korwil baru, akhirnya om blackenlah yang jadi korwilnya.</p>
<p>Milis tersebut saya ngak buka2 abis ngak ngerti pada ngomong apaan, dan suatu hari saya liat lagi ternyata ada tikumnya saya baca dan keesokan harinya saya beranikan seorang diri merapat ke Haro untuk bareng rombongan</p>
<p>saya sudah punya tekat B2W dan B2H jangan naek angkot, akhirnya kuat juga sampe sekarang.</p>
<p>Sekarang ngak B2W dan B2H dulu karena anthem lagi sakit, dan ngak ke gorontalo<br />
tapi semua pada ketipulo.</p>
<p>Semangat B2W tetap berkobar, kalo ngak dari diri kita yang mulai, tunggu apa lagi.<br />
gowes sepedamu,wooooooooooooooiiiiiiiiiiiiiiii pinjem pedah dong kangen gowes,hehehehe</p>
<p>Salam</p>
<p>Ronald</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>&#8220;(Andi)(Betedz)(Ochep)&#8221; </strong></em></p>
<p>Kalau saya persiapan B2W pertama kali ga nanggung2, langsung gobar ke<br />
Cianten dengan Robek atas ajakan um dirtek. Pulang dari sana baru deh<br />
B2W perdana pada saat ultah Robek, dibawah rintik hujan depan kober<br />
pondok kelapa nunggu kedatangan artis robek nte Desche buat ngawal<br />
saya sampe simatupang. Ga nanggung2, waktu buat B2W nyaris 3 jam untuk<br />
rute pondok kopi &#8211; cirendeu ciputat. Sempet dikasi wejangan sama um<br />
ak47 kalau harus bisa dibawah 1,5 jam.. Hm harus latihan nih biar bisa<br />
sedikit goset, gowes sabtu keliling jakarta, maen tanah, setelah<br />
dicoba baru bisa terealisasi setelah 6 bulan dengan waktu 1 jam 27<br />
menit.. Itu juga pas kondisi jalan lenggang pas bulan puasa <img src='http://www.robek.org/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ..<br />
Pernah sempet turun 5 kg yg membuat celana kegedean semua, tapi sayang<br />
sekarang agak kendor B2W jadi naek 7 kg.. <img src='http://www.robek.org/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> (.. Besok rabu B2W deh..<br />
Itu ceritaku, mana ceritamu ?&#8230;</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>&#8220;Deden S. Hasanudin&#8221;<br />
nanggung emen cuman persiapan pisik, saya cerita semuanya aja dah:</strong></em></p>
<p>Sebelum ini, terakhir punya sepedah tuh SMP, sepedah balap butut dibeli second dari loakan harganya 20ribu kalau gak salah, dibeliin almarhum bapak karena kasian liat anaknya belajar sepeda pake minjem2 sepeda anaknya bosnya dia (red:anak bosnya ini cewe dan cakep loh..hehe).</p>
<p>Tuh sepeda dibawa kemana2, saat itu gak tau bahwa sepeda ada peruntukannya, sepedahnya, dijalan dipake, blasak-blusuk juga dipake. Handlebar gaya bullhorn dengan ban licin dipake menjelajahi kampung di Sukabumi sonoh. </p>
<p>Sempat beberapa kali ganti sepeda atau lebih tepatnya maksa make sepeda om untuk mengelilingi kampung.</p>
<p>SMA sampe kerja tidak pernah bersepedah lagi, karena ngeKos bo&#8217;..</p>
<p>Setelah punya anak, berniat beliin sepeda untuk anak, dan ternyata saya terpincut sepeda Premier kuning. Tanpa sadar, nyobanya pake kebut2an sama angkot di komplek, dari pekayon sampe galaxy muter, al-hasil sampe rumah ampir ngejoprak dan menuruni tangga dengan memegangi handle sekuat tenaga, paha lemes selemes2nya.</p>
<p>Dari sana dicoba perlahan2, yang akhirnya sabtu hari pamitan ke istri utk sepedaan, brangkat dari jam 8 pagi, ehhh&#8230; pulang2 jam 11 siang. Saat itu, awalnya cuman mau nyoba sampai Caman, trus balik lewat jalur blasak cikunir, tapi terasa cemen, akhirnya dilanjutin sampe karet sudirman dan balik lagi ke bekasi.</p>
<p>Total jarak hampir 50km, gontai setengah dipaksa. Pada akhirnya, jari saya melenting keluar karena saat itu memakai revoshift yg mengharuskan jari2 tegang untuk memutar perpindahan gigi, sedangkan jari kelingking dan jari manis tertarik keluar, membutuhkan waktu 3 minggu supaya jari itu menjadi normal kembali.</p>
<p>Semenjak itu, nyari komunitas, ketemu robek di internet, mantau terus kicauan para robekers di milis seperti mengikuti Extravaganza acaranya TransTV pada saat itu. Saling sahut menyahut tidak mau kalah, ada beberapa lakon yang dipraktekan, B2W dan blasak-blusuk. Ada beberapa aktor, yang paling dominan saat itu AK47 dan t3ko yg lainnya, banyak!</p>
<p>Ketemuan pas waktu CFD sama mereka, saya hanya bisa melongo liat kelakuan para robekers. lebih2 dari kelakuan di milis, mereka kelakukannya kaya bocah tapi dari umur udah gak mungkin lg bocah. Diajakin b2w, ya.. akhirnya gabung deh.</p>
<p>Fakta yang terungkap, bahwa sepeda yang sama saya pake untuk B2W, seri yg sama dipake jg buat jelajah Jakarta-Palembang. *gambal olang pake kacamata cengdem.</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><br />
<strong>From: Farid Arma<br />
Date: Tue Nov 8, 2011 9:49 am </strong></em></p>
<p>bagi cerita persiapan gowes perdana saya. stlh 3thn berniat b2w akhirnya disatu hari sabtu ke rl kalimalang naek ojek utk beli seli, pulang lsng tes drive gowes kermh kakak di mampang. balik kerumah mampang-jatiwaringin gowes lg. ampe rumah mandi selangkangan perih trnyata ledes krn gesekan celana jins.<br />
secara fisik ngga bikin sy ngos2an berarti (nada sombong).</p>
<p>sabun!</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>2011/11/8 Fitri Arie Purwiyanto </strong></em></p>
<p>B2W&#8230;.. Wow itu adalah kali pertama diriku kembali mainan dan menyukai sepeda lg setelah jaman lupus gowes B2S dgn sepeda dr manggarai-bekasi.</p>
<p>2,5 thn lalu mulai gabung dgn robek, berkenalan pertama kali dgn om ikhwan bagong, Iwan BS, pertama gowes dan gabung sama mereka kaget&#8230;..gowesnya setan semua jangtung serasa mau copot, dengkul lemes gemeter, paginya badan serasa digebukin ibu2 sekampung dan berasa sampai seminggu.</p>
<p>Shabis rasa itu ilang ternyata secara tdk lsg racun kenikmatan gowes B2W mulai menjalar di urat nadi dan hidup yg smakin menikmati manfaatnya dr tiap gowesan dan dari aktifitas phisik itu tdk jarang byk mahasiswi dan temen kantor yg suka mengajak ngobrol dan bertegur sapa stibanya dikantor demi melihat cucuran keringat yg katanya bikin kita makin seksi dan macho.</p>
<p>* udah ah panjang klo ditulis ceritanya<br />
Ariekudajingkrak sponsor by Telkomsel BlackBerryÂ®</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong><br />
Dari: iman permadi<br />
Judul: [roBek] 1st D B2W<br />
Kepada: b2w-indonesia@yahoogroups.com, robek@yahoogroups.com<br />
Tanggal: Kamis, 19 April, 2007, 7:15 PM</strong></em></p>
<p>Dua alasan yang menyebabkan saya memutuskan untuk menggelar goes perdana &#8216;sorangan wae&#8217; hari ini;</p>
<p>Kedua; gak mungkin lah minta om koen2 nemenin, selain arah kantor beliau gak sejalur, hari ini beliau sebagai pemBESAR (dalam arti yg sebenarnya) mestinya hadir di kalimalang untuk mengawal penganten barunya robekers yg lain, jadi ya dgn sedikit terpaksa saya<br />
mesti ngalah.</p>
<p>Pertama; berhubung dengkul ini masih inreyen, jadi gak mungkin jg saya langsung nggoes sepeda ke kantor muter via kalimalang, bisa gak nyampe ntar, atau kalaupun sampe dengkul bisa mlocot, badan panas dingin, kepala pusing &#8230;. berabe deh orang kantor.</p>
<p>Akhirnya, setelah mengucap bismillah, 05.15 mulai &#8220;caw&#8221; dari rumah diiringin tatapan khawatir dari mantan pacar &#8230; bungur &#8230;. aqua &#8230;. pulogadung &#8230; cempaka putih &#8230; senen &#8230; monas &#8230;. abdul muis! Alhamdulillah. Eit..lho kok parkiran kosong melompong, apa hari ini libur ya&#8230; liat jam 06.25 ! pantesan.. kepagian he..he&#8230;</p>
<p>Wuih.. 70 menit untuk jarak 27.6 km.. lumayan lah buat beginner.</p>
<p>Tapi ya itu tadi, kayaknya belum manteb kalo belum nyoba jalur suteranya robekers. Mungkin suatu waktu nanti saya akan coba, meski itu artinya saya harus melambung, 2-3 kali lipat jarak semestinya. tapi itu nanti, mungkin 5,4,3,2 atau 1 minggu lagi.. atau mungkin minggu ini biar bisa liat &#8216;nte fitria pake kebaya naik sepeda ?</p>
<p>Robekers, hir ay kam</p>
<p>iman<br />
pekerja tambang<br />
gedung BSG Jl Abdul Muis no. 40 Jakarta Pusat<br />
________________________________________</p>
<p><em><strong>2011/11/8 wahyu jarot </p>
<p>Kesan pertamaku?</strong></em><br />
Wahh, hari2 sblmnya dah gelisah, pilih2 ban, frame dah mantep sama anthem karena memang satu2nya, biarlah walau yg lainnya mayoritas pakai HT.<br />
Ban juga masih hiriller, yg lain past pake ban slick, duhh..<br />
Banyak mantau milist, H-1 lsg dateng ke lokasi utk menyiapkan segala sesuatunya, mastiin temen2 jg bisa ikutan.<br />
Ada pengarahan apa yg harus dilakukan, trik2, aturan2 pokoknya semuanya didengarkan n dicamkan.<br />
Malam H-1 sungguh kayak ditemani burung hantu di malam panjang.</p>
<p>N SHOWTIME..!!<br />
Hari itu pun tiba, start dr rumah habis shubuh, sampe lokasi dah rame emen segala macam saingan dengan tunggangannya msg2.<br />
Perasaan campur aduk, grogi, ndredeg, pingin pipis.. semuanya campur aduk jadi satu..<br />
N begitu panitia menghitung mundur, 3..2..1.. JEGHEERR&#8230;!! </p>
<p>ehh.. ini mustinya kesan pertama kali b2w yak..? mupp ya om tante.. kirain.. heheh..</p>
<p>*sundul gan..</p>
<p>salam/<br />
wj</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em><strong>&#8220;Caesar Triasdana&#8221; &lt;caesar.triasdana@&#8230;</strong></em></p>
<p>Jadi inget b2w pertama kali, di temani seli b2w kuning blom full gowes tambun &#8211; pondok indah, msh di bantu feeder busway dari grenwis dan blom pake helm, setelah seminggu baru deh full gowes pake helm. Oh iya pas b2h harus di epak di jatiwarna.<br />
Mang dewa tuh yg dulu ngawal gw, ya gak mang ?</p>
<p>If you can&#8217;t do great things, do small things in a great way</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>&#8220;Pramudya Ade&#8221; pram.amr@&#8230;</strong></em></p>
<p>Persiapan fisik gowes perdana? Ga ada tuh.. Jalan ajah&#8230; Dah pada OOT niiy&#8230;</p>
<p>Kalo persiapan gowes perdana pastinya beli sepeda.. Kepincut sama si koneng b2w, langsung gowes dari toko-nya di jatinegara sampe rumah.. Lumayan lemeess&#8230;<br />
Besoknya langsung gowes perdana siang hari bolong cosz dines siang.. Gosong&#8230; Hahahahaha&#8230;. </p>
<p>@de<br />
live is the most interesting channel..</p>
<p>________________________________________</p>
<p><em><strong>From: Arif Munandar<br />
Date: Tue, 8 Nov 2011 09:21:51 +0700</strong></em></p>
<p>Mohon izin Copas semua kisah di email ini untuk ngomporin teman sekantor,<br />
kemarin di daulat ama boss (GM) untuk presentasi sharing bike to work ke temen-temen sekantor.. he he he he</p>
<p>Sharing dari Ane soal gowes perdana :<br />
Alasan utama ane B2W adalah safety, karena ga bisa sopan naik motor, ugal-ugalan dan kebut-kebutan, padahal kecelakaan udah pernah, lihat orang kecelakaan sering, ane sendiri hampir kecelakaan tiap hari.<br />
dan akhirnya ane putuskan untuk bike to work, pinginnya bawa seli naik KRL, ternyata tiket naik dan harus beli 2 tiket,  he he he&#8230; ampun dah&#8230; dan walaupun dilarang ama keluarga, dan istri sendiri underestimate karena ane ga pernah olahraga, akhirnya nekat untuk gowes Kranji-sunter, kirain udah jauh, ternyata di RoBek banyak yang lebih jauh&#8230; wkkkkk</p>
<p>pertama-pertama jual motor, duitnya beli sepeda fixie, dan sisanya buat beli rem,ganti free wheel, helm dan perlengkapan lainnya, ternyata spare partnya kebanyakan lebih mahal dari part motor, ampun dah&#8230;!!</p>
<p>Persiapan fisik tidak ada sama sekali, dan hari pertama bangun lebih awal, berangkat 30 menit lebih awal dari biasa, Alhamdulillah kuat dan segar bugar, tapi capeknya bukan main….<br />
Dapat hari ketiga malam malam kebangun ga bisa berdiri dan jalan,<br />
Lutut linu banget, sampai 2 minggu jalan kayak orang habis ngelairin, pelan dan ngangkang..<br />
Tapi sekarang udah dapat 2 bulan malah ketagihan, ga gowes sehari bisa meriang,<br />
Perut buncit udah agak kempes, hi hi hi hi hi</p>
<p>Dan yang paling kerasa manfaatnya, di jalan sekarang udah lebih sabar, sengebut ngebutnya 35 KPH<br />
Cukup pelan untuk ukuran motor .</p>
<p>Sorry kepanjangan, terlalu bersemangat..<br />
________________________________________</p>
<p><em><strong>From: arie metet<br />
Date: Thu, 9 Feb 2012 18:15:23 -0800 (PST)<br />
Subject: [RoBek] Pengalaman perdana gowes</strong></em></p>
<p>Om &amp; Tante.<br />
Terima kasih untuk guidenya mendampingin perdana saya bike to work. mohon maaf apabila membuat om &amp; tante terlambat sampai kantor karena mendampingi saya yang terlalu lambat menggowesnya hehehe&#8230;.<br />
special saya ucapkan kepada te anisa, mohon maaf telah membuat khawatir..<br />
Pengalaman pertama saya sangat mantab&#8230; dengkul dan paha rasanya sdh mau mencar hehehe, alhamdulillah semangat tidak mencar juga hehe, apalagi melihat om n tante yang mendampingi dengan begitu sabar jadi semangat 45 nya tetap terjaga. </p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/how-cyclist-n-cars-get-along.gif"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/how-cyclist-n-cars-get-along-216x300.gif" alt="" width="216" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-824" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/02/23/persiapan-bike2work-perdana/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memilih Sarung Tangan untuk Sepeda</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/02/23/memilih-sarung-tangan-untuk-sepeda/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/02/23/memilih-sarung-tangan-untuk-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Feb 2012 06:02:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RoLLa Eva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips dan Trik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=809</guid>
		<description><![CDATA[Select Glove MTB by R. Sutedja Apakah perbedaan dari disain sarung tangan sepeda. Sarung tangan pengendara sepeda bukan saja sebagai pelindung, tetapi memiliki fungsi sebagai peredam getaran ketika berkendara di medan keras, serta menghindari tangan tergelincir atau lepas dari stang sepeda. Tertutup (Full Fingers) atau separuh jari (Fingerless) Walaupun disain dan modelnya hampir mirip. Sarung <a href="http://www.robek.org/2012/02/23/memilih-sarung-tangan-untuk-sepeda/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Select Glove MTB by R. Sutedja</strong></p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/Cycling-Sports-Gloves.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/Cycling-Sports-Gloves-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" class="alignleft size-thumbnail wp-image-817" /></a></p>
<p>	 Apakah perbedaan dari disain sarung tangan sepeda. Sarung tangan pengendara sepeda bukan saja sebagai pelindung, tetapi memiliki fungsi sebagai peredam getaran ketika berkendara di medan keras, serta menghindari tangan tergelincir atau lepas dari stang sepeda.</p>
</ul>
<p><strong>Tertutup (Full Fingers) atau separuh jari (Fingerless)</strong></p>
<ul>
<p>	Walaupun disain dan modelnya hampir mirip. Sarung tangan sepeda dibagi atas 2 model yaitu menutup sampai ke jari atau hanya menutup separuh bagian jari tangan. Perbedaan dari fungsi sarung tangan di kedua model, tergantung seberapa berbahayanya medan yang akan dilewati. Ketika pengendara jatuh, tangan biasanya menjadi pelindung utama arah jatuh. Bagian tangan dan siku yang mengarahkan dan menahan badan ketika pengendara jatuh. Gesekan di medan keras akan melukai kulit, sehingga dibutuhkan pelindung pada tangan untuk biker sepeda gunung.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/peawtpk8.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/peawtpk8-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" class="aligncenter size-medium wp-image-813" /></a></p>
<p>Butuh perlindungan extra untuk tangan, sebaiknya mengunakan penutup penuh sampai jari.</p>
<p>	Kekurangannya adalah kurang nyaman di medan biasa, bahkan relatif lebih panas dibandingkan sarung tangan dengan ukuran separuh jari. Hindari bahan murah yang tidak memiliki ventilasi pada sarung tangan. Beberapa produk dari pabrikan terkenal memiliki solusi tersebut, dengan mengunakan 2 bahan berbeda antara bagian dalam dan luar dari sarung tangan.</p>
<p>	Udara dingin, pilihan pelindung penuh lebih baik. Melihat fungsi lain adalah kondisi suhu medan. Bila melalui medan yang sangat dingin (daerah pengunungan), sebaiknya mengunakan sarung tangan atau glove secara penuh pada pelindung jari. Walaupun pemakaian yang satu ini memang tergantung dari daya tahan si  pengendara. Pilihan bisa saja mengunakan glove dengan ukuran separuh jari.<br />
Tetapi untuk medan atau jalur berbatu dan kondisi basah. Akan sangat aman mengunakan disain sarung tangan dengan full size untuk melindungi jari tangan secara penuh.</p>
<ul>
<strong>Gel untuk glove atau biasa, Gel memiliki fungsinya sebagai peredam getaran</strong></ul>
<p>	Bagian terpenting pada disain glove atau sarung tangan sepeda gunung. Bila diperhatikan ada 2 model yaitu tipe biasa dan pelapis gel.<br />
Untuk glove dengan disain biasa, umumnya pada bagian telapak tangan dibuat lebih tebal. Mengingat sarung tangan akan melindungi tangan , khususnya telapak tangan ketika menyentuh tanah. Bagian ini dibuat lebih tebal dan kuat.<br />
	Tetapi ada satu tambahan lain yaitu disisipkannya sejenis Gel. Disain gloves gel atau memiliki pelindung gel umumnya lebih mahal. Mengapa dibutuhkan gel pada sarung tangan pengendara. Kuncinya adalah meredam getaran handlebar atau stang sepeda ketika melewati medan kasar / ekstrem /  berbatu. Terlihat sederhana, mungkin bagi sebagian orang mampu menikmati getaran dalam waktu tertentu. Tetapi untuk sebagian orang, medan berat merupakan penderitaan yang berkelanjutan sepanjang jalan. 1 menit menahan pukulan stang pada telapak tangan bisa saja tahan, bagaimana dengan 3 , 5 atau 10 menit secara terus menerus. Secara perlahan pengendara akan merasakan nyeri dibagian telapak tangan.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/2libeqt.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/2libeqt.jpg" alt="" width="400" height="178" class="alignnone size-full wp-image-810" /></a></p>
<p>	    Bisa dibayangkan posisi tangan harus menahan tekanan stang karena dorongan shock bagian depan. Ibaratkan saja tangan anda yang dipukul dengan stang dirumah, tetapi secara terus menerus dalam waktu lama.<br />
	    Kami mengetahui masalah ini dari rekan rekan yang mencoba jalur makadam /  berbatu. Getaran pada stang membuat lengan , siku dan telapak tangan terasa nyeri. Jangankan untuk menempatkan jari pada tangkai rem, bagian telapak tangan bahkan sulit sekali mengenggam grip atau stang sepeda. Karena getaran terjadi secara terus menerus sepanjang jalan. Disisi seperti medan ini, sarung tangan dengan pelindung gel akan sangat membantu pengendara. Sedikitnya mengurangi getaran yang sangat kuat, sehingga stang sepeda dapat tetap dikontrol.</p>
<p>	Bila anda ingin mengunakan sarung tangan dengan pelindung Gel<br />
Jangan salah pilih antara Gel dan Busa. Jangan percayakan bentuk sarung tangan sepeda dengan harga murah. Coba periksa dengan baik, apakah memang ada komponen gel atau sekedar busa saja. Beberapa produk lokal menampilkan disain seperti memakai komponen gel.<br />
	Ternyata pelindung pada glove sepeda tersebut hanya berisikan busa tebal, dengan ketebalan 3 sampai 4 mm. Awalnya terlihat sama, tetapi bila ditelaah lebih dalam dan diperiksa dalamnya. Baru terlihat bahwa sarung tangan tersebut hanya mengunakan busa dan bukan memakai komponen gel.</p>
<p><strong> Model apa yang terbaik untuk sarung tangan sepeda.</strong></p>
<p>    Pilihannya sangat mudah, medan seperti apa yang sering dilewati akan menentukan model sarung tangan sepeda anda.<br />
    Bila medan biasa, tidak berbatu bahkan sampai on road. Sarung tangan jenis gel serta full cover finger tidak terlalu dibutuhkan.<br />
    Sisi lain, bila medan bersepeda anda memang cukup berat.<br />
    Tinggal anda menganalisa sendiri, seberapa besar daya tahan anda terhadap getaran. Ingin nyaman gunakan sarung tangan dengan tambahan pelindung gel. Walau kurang nyaman ketika di medan biasa, karena terasa ganjalan pada telapak tangan. Tetapi cepat atau lambat akan terbiasa.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/41630.105516_e1.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/41630.105516_e1-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-814" /></a></p>
<p>   <strong> Apakah tipe full cover untuk melindungi jari tangan atau separuh.</strong> Kembali melihat seberapa bahayanya medan yang sering anda lalui. Untuk perlindungan penuh, pilihan pada full cover dijari tangan. Untuk kenyamanan sebaiknya gunakan sarung tangan dengan separuh jari saja.<br />
    Panas dan tidaknya bila dikenakan lama. Bebeapa disain sarung tangan atau glove mtb mengunakanbahan dengan ventilasi udara sisi atas dan sarung tangan. Beberapa model juga memiliki bahan yang nyaman sehingga membuat tidak panas.</p>
<p>    Manfaat utama dari glove atau sarung tangan sepeda adalah keamanan.<br />
  <strong>  Dibawah ini adalah fungsi utama pemakaian sarung tangan sepeda.</strong><br />
    Peredam getaran. Glove untuk pengendara sepeda MTB dapat dimanfaatkan sebagai penahan getaran pada stang. Fungsi ini paling utama, getaran pada stang sepeda sangat kuat terjadi walaupun sepeda gunung mengunakan peredam pada fork atau garpu sepeda dengan sistem suspensi. Pengendara sepeda akan sulit mengetahui seberapa besar pukulan balik dari fork yang dialirkan ke stang dan tangan pengendara sepeda. Ketika tangan menjadi sangat lelah, maka gengaman pada grip handlebar juga melemah. Hal tersebut membayakan pengendara sepeda, khususnya dimedan berat seperti jalur panjang berbatu / makadam. Glove atau sarung tangan sepeda gunung berfungsi sebagai peredam getaran. Sehingga momen yang sangat berbahaya akibat lemahnya gengaman pada kemudi sepeda dapat di minimalisir.</p>
<p>    Sarung tangan untuk pengendara sepeda gunung sangat penting. Bukan sebagai pelindung tangan saja, tetapi memiliki fungsi lebih untuk menjaga gengaman tangan dari stang kemudi.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/pearl-izumi-womens-select-road-cycling-glove-jetstream.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/pearl-izumi-womens-select-road-cycling-glove-jetstream-300x300.jpg" alt="" width="300" height="300" class="alignnone size-medium wp-image-815" /></a></p>
<p>http://www.goesbike.com/articles/313/1/Select-Glove-MTB-memilih-sarung-tangan-untuk-sepeda/Page1.html</p>
<p>    semoga bermanfaat<br />
    &#8212;<br />
    ~oLa~<br />
    Go Green with &#8220;GoWes&#8221;<br />
    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~<br />
    SAVE ENERGY:Use Low Emission for Transportation When Possible </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/02/23/memilih-sarung-tangan-untuk-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>NEWBIE</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/02/22/newbie/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/02/22/newbie/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Feb 2012 06:27:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>RoLLa Eva</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah se-Robek]]></category>
		<category><![CDATA[Newbie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=792</guid>
		<description><![CDATA[APA ITU &#8220;NEWBIE&#8220;? Istilah ini berasal dari sekitar tahun 1990 dan diduga berasal dari frase bahasa Inggris, “anak baru” yang merujuk kepada seseorang di tahun pertama mereka di sekolah umum. Dalam online chat room, para pengguna suka menyebut siapa saja yang menanyakan pertanyaan yang mudah dengan sebutan newbie. Jika Anda pernah mendapatkan panggilan/disebut newbie, hiraukan <a href="http://www.robek.org/2012/02/22/newbie/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>APA ITU &#8220;<strong>NEWBIE</strong>&#8220;?</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/newbie_hat-p148689275010649646z8v3v_4001.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/newbie_hat-p148689275010649646z8v3v_4001.jpg" alt="" width="400" height="400" class="alignleft size-full wp-image-800" /></a></p>
<p>Istilah ini berasal dari sekitar tahun 1990 dan diduga berasal dari frase bahasa Inggris, <strong>“anak baru” </strong>yang merujuk kepada seseorang di tahun pertama mereka di sekolah umum. Dalam online chat room, para pengguna suka menyebut siapa saja yang menanyakan pertanyaan yang mudah dengan sebutan newbie. Jika Anda pernah mendapatkan panggilan/disebut newbie, hiraukan saja – <strong>semua orang memang harus banyak belajar.</strong>
<ul>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/newbie_pink_purple_onesie_tshirt-p235350957664913733zvf8n_400.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/newbie_pink_purple_onesie_tshirt-p235350957664913733zvf8n_400.jpg" alt="" width="176" height="119" class="aligncenter size-full wp-image-794" /></a></p>
<p>Asal istilah itu tidak pasti. Mungkin menggunakan tanggal awal hingga akhir abad ke-20 jargon militer AS, meskipun istilah prekursor mungkin jauh sebelumnya. Varian bentuk kata benda ini termasuk<strong> newby</strong><em> dan<strong> newbee, </strong></em>sedangkan <strong>noob </strong>terkait (istilah sering dieja n00b) sering digunakan dalam game online. Sejarah Etimologi newbie adalah tidak pasti. Mungkin berasal dari <strong>“newie”</strong>, yang dibuktikan di Amerika Serikat dan sumber-sumber Australia tahun 1850-an dan berarti orang baru di tempat atau situasi, sebagai alternatif, mungkin berasal dari sekolah publik Inggris gaul “anak baru”, yang dibuktikan dengan sama jaman dan diterapkan untuk anak sekolah di semester pertama. Pada tahun 1970-an 1960-an istilah<strong> “newbie”</strong> memiliki penggunaan terbatas antara pasukan AS di Perang Vietnam sebagai sebuah istilah slang untuk orang baru di unit. penggunaan paling awal dikenal Terhadap Internet mungkin telah di newsgroup USENET talk.bizarre. Istilah ini diyakini telah memasukkan penggunaan online dengan 1981.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/Welcome-to-Newbie.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/Welcome-to-Newbie.jpg" alt="" width="216" height="273" class="alignnone size-full wp-image-795" /></a></p>
<p>NewBie  di dunia persepedahan adalah sebutan untuk <strong> New Biker</strong></ul>
<p>  yaitu sebutan untuk goweser pemula di B2W. Penyebutannya diplesetin jadi NyuBi.</p>
<p>Goweser yang perdana gowes bike to work biasanya posting kesan-kesan atau share cerita perjalanannya di milist ROBEK.</p>
<p>Atau, B2W-er yang sudah lama tidak gowes suka mengaku sebagai NewBie. Padahal siy, jam terbang gowesnya udah kemana-mana. Hehehhee&#8230;seperti si OM yg satu ini&#8230;selain jago jepart-jepret dgn kameranya di tiap event ROBEK, om yg satu ini juga rajin menjelajah jalur sepedah.</p>
<p>Silakan simak ceritanya yah&#8230;..</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/newbie-2.jpg"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/newbie-2.jpg" alt="" width="286" height="305" class="alignnone size-full wp-image-796" /></a></p>
<p><em>&#8212;&#8212;-Quote&#8212;&#8212;-<br />
On Mon, Feb 20, 2012 at 11:25 AM, Deden S. Hasanudin  wrote:</p>
<p>Dengan sudah jarangnya saya posting, maka saya sempatkan untuk membuat postinga yang agak panjang, semoga menambah segar milis tercinta..</p>
<p><strong>Dalam lakon: Nyubi Rekondisi</strong></p>
<p>Sudah lama tak mencicipi jalanan dengan bersepeda, apalagi dengan si premier orange yang ada stiker Robek nyiprat di headtube-nya, perjalanan nostalgia beberapa tahun lalu ber b2w dengan dirinya dilakukan pagi ini.</p>
<p>Sejak kenal rojali, saya lebih sering berojali ke tempat kerja. Dengan adanya guncangan bagi rojalieur dikarenakan ketidak jelasan peraturan dan jadwal yang menjadi sedikit kurang bisa diprediksi, akhirnya saya lebih jarang lai ber-b2w, dengan demikian maka harus dilakukan langkah taktis dengan memupuk bunga2 ber b2w secara full, kembali ke habitat aslinya b2w.</p>
<p>Si premier standard sekarang masih pake standard, saya suka sepedah saya disebut sepeda tukang somay, karena somay adalah makanan penolong ketika magrib, apalagi somay BDN yang dulu, waktu pacaran, selalu saya sempatkan untuk mampir. Tapi ada yang beda dengan si standard sekarang, dia sudah memakai rack pannier (atau pannier rack ya?), rack yang konon katanya di buat di jerman oleh pandai besi ternama saya tebus 35ribu di Alung, beserta As Roda sekitar 20ribuan. Semakin memantapkan si standard di kalangan sepeda B2W, apalagi dikombinasikan dengan pannier made in Eiger dengan kualitas interasional.</p>
<p>Kalimalang pagi ini teramat macret, berangkat dari rumah jam 7 tit (maap jam saya elektrik jd gak  berunyi teng), menyusuri jalanan pekayon indah bertegur sapa dengan tukang ojek dan melihat anak2 sd yang baru masuk.</p>
<p>Tiba di galaxy sudah terasa keramaian kendaraan bermotor, saya genjot si Alipio yang menempel di BB untuk menggerakan tourney di ban belakang. Berlenggak-lenggok diantara motor dan mobil, sungguh nikmat menyusuri keramaian dengan mengatur handlebar kekanan kekiri, jembatan galaxy di kayuh dengan fullspeed, turunan dilalap dengan Rem karena langsung macet. Sabar mengantri dengan kendaraan lain adalah salah satu ciri seorang b2w-er (ehm..).</p>
<p>Di kali malang kembali si standard melakukan beberapa manuper, cmn sayang tidak begitu lama, terimpit sama motor dan mobil yang berhiruk pikuk dijalanan. Meliwati sumber artha saya menyerah utk melanjutkan lurus, belok kanan aja lewat pondok kopi, mungkin lebih enak jalannya, begitu dalam pikirku.</p>
<p>Ternyata benar, jalanan disana sepi banget, saya bisa memicu sepeda sampai 300 KPJ (olenk:2010), motor yang ada didepan terlewati, bus juga, bahkan kendaraan pribadi. Sesampainya di pemakaman, saya baru sadar bahwa yg tadi dilewatin adalah mobil dan motor yang lagi parkir.</p>
<p>Belok ke kiri menyusuri BKT menjadi tamasya bersepeda, jalanan cenderung sepi, walau masih harus berhati2 dengan motor yang ngebut, ya sebagai b2w-er kita harus tetap sabar di kiri jalan, membiarkan pengendara lain berlalulalang di jalannya (prikitiew..).</p>
<p>Jalur BKT berakhir dideket pasar gembrong, dari sana menyusuri jalanan bersama motor dan mobil, lewat underpass dan dilanjutkan dengan punggung kebo kp.Melayu, si standard melaju menyusuri punggung kebo tersebut dengan lancar, tetapi  sudah terasa tenaga mulai berkurang, mungkin karena kemaren cmn makan mie ayam sore dan malemnya gak makan malem pikirku, dan tadipun gak sarapan dulu karena buru2. (red: sebenernya penulis mencari alesan biar gak dibilang ngedrop)</p>
<p>Di punggung kebo ke-2 yaitu tebet, stamina sudah mulai terasa jatuh, tapi dengan berteriak utk meyemagati sendiri seperti lakon HIMEN dalam pilm Himen..&#8221;Dengan kekuatan turney.. Genjotlah&#8221;.. dann apa yang terjadi, si standard melesat di punggug kebo yang kedua ini, dann.. lanjuti sediri deh.</p>
<p>Setibanya di fly-over saharjo, kegalauan terjadi, antara ngambil arah muter balik di bawah fly-over utk dilanjutkan ke pasar jembatan merah, atau gambling menyusuri kasablanka yang terkenal dengan keramaia seperti pasar malemnya. Akan tetapi punggung kebo ke-3 begitu menggoda, akhirnya saya lanjutkan. Sesampai di turuna, kemacetanpun terlihat. Balik arah menuju jalan saharjo untuk menuju pasar jembatan merah jadi tujuan selanjutnya.</p>
<p>Meliwati Kuninga Episentrum, jala rasuna said, karet pedurena, gang dogol nyampelah ke kantor, dengan waktu tempuh 1jam 47menit.</p>
<p>catatan: Lamaya perjalanan ini bukan karena ngedrop tenaga, tapimacet jadi muter2..<br />
balasan catatan: emang siapa yang naya?</p>
<p>Salam,<br />
Deden<br />
&#8212;&#8212;-unQuote&#8212;&#8212;-</em></p>
<p><strong>SO&#8230;&#8230;..UNTUK PARA NEWBIE&#8230;SILAKAN BERBAGI CERITA DISINI&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
SHARE CERITA PERJALANAN PERDANA GOWES BIKE TO WORK nya yaaaaaaaaaaaaaaa</p>
<p>SALAM BERJUTA SEPEDA&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
</strong><br />
sumber:<br />
mailist ROBEK</p>
<p>http://belajarkompi.wordpress.com/2011/10/01/apa-itu-newbie/</p>
<p>http://www.wordIQ.com, http://en.wikipedia.org</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/red-newbie-with-outline-and-half-background-baby-body_design.png"><img src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/red-newbie-with-outline-and-half-background-baby-body_design.png" alt="" width="378" height="378" class="alignnone size-full wp-image-801" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/02/22/newbie/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nyuhe senin</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/02/13/nyuhe-senin/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/02/13/nyuhe-senin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Feb 2012 13:23:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>robek</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah se-Robek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=788</guid>
		<description><![CDATA[Para robeker nyuhe senin Beginilah para robeker kalo mau pulang. Nyuhe dulu di psk dalam rangka mempererat silahturahmi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Para robeker nyuhe senin</p>
<p><img title="1329139331795.jpg" class="alignnone" alt="image" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/02/wpid-1329139331795.jpg" /></p>
<p>Beginilah para robeker kalo mau pulang. Nyuhe dulu di psk dalam rangka mempererat silahturahmi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/02/13/nyuhe-senin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>UPHILL RACE 2012 &#8211; SENTUL CITY &#8211; BOJONG KONENG</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/01/30/uphill-race-2012-sentul-city-bojong-koneng/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/01/30/uphill-race-2012-sentul-city-bojong-koneng/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 05:18:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pramudya Ade</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Hangat]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah se-Robek]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sepeda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[Hari sabtu dan minggu kemarin, 28 &#8211; 29 Januari 2012, Komunitas sepeda Penikmat Djalan Nanjak ( 1PDN ) mengadakan acara UPHILL RACE 2012 yang diikuti oleh Pesepeda, penikmat jalan nanjak, atlet dan banyak lagi. Jalur uphill race kali ini merupakan gabungan dari trek on road dan offroad. Start dari belanova sampai KMO Bojongkoneng sepanjang kira2 <a href="http://www.robek.org/2012/01/30/uphill-race-2012-sentul-city-bojong-koneng/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari sabtu dan minggu kemarin, 28 &#8211; 29 Januari 2012, Komunitas sepeda Penikmat Djalan Nanjak ( 1PDN ) mengadakan acara UPHILL RACE 2012 yang diikuti oleh Pesepeda, penikmat jalan nanjak, atlet dan banyak lagi.</p>
<p>Jalur uphill race kali ini merupakan gabungan dari trek on road dan offroad. Start dari belanova sampai KMO Bojongkoneng sepanjang kira2 11 KM. variasi trek ini membutuhkan kejelian dalam pengaturan strategi, pemilihan ban dan lain lain.</p>
<p>ROBEK? pastinya juga mengirimkan utusannya untuk bertanding. Atlet atlet van robek yang ikut berjuang adalah :</p>
<ol>
<li>Agung Nugroho»Master A</li>
<li>Sahat»Master A</li>
<li>Teguh Imam»Master A</li>
<li>Aris Manekin»Master B</li>
<li>Emil HMA»Master B</li>
<li>Iman Permadi»Master B</li>
<li>Luhur Eko Rahardjo»Master B</li>
<li>Tjahyo Herijadi»Master B</li>
<li>Aditya Rahadiansyah»Men Senior</li>
<li>Sudirman»Men Senior</li>
<li>Anisa Widhianti»Woman Open</li>
<li>HaryantiJakarta»Woman Open</li>
<li>Imelda SilooySintang»Woman Open</li>
<li>Ketty Suhaeti»Woman Open</li>
<li>Tony Haryanto &#8211; Men Heavyweight</li>
<li>Wiko Hari &#8211; Men Heavyweight</li>
<li>Sudirman &#8211; Men seli Open</li>
</ol>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/WAITING-START.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-763" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/WAITING-START-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/START.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-764" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/START-300x284.jpg" alt="" width="300" height="284" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/FINISH_MEN.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-765" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/FINISH_MEN-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/FINISH_LADY.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-766" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/FINISH_LADY-300x155.jpg" alt="" width="300" height="155" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<div  style="text-align: left;"  class="xmlgmdiv" id="xmlgmdiv_12"><iframe class="xmlgm" id="xmlgm_12" src="http://www.robek.org/wp-content/plugins/xml-google-maps/xmlgooglemaps_show.php?kmlid=12" style="border: 0px; width: 664px; height: 400px;" name="Google_KML_Maps" frameborder="0"></iframe></div>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/Uphillrace2012.kml">Uphillrace2012</a></p>
<p>Hasilnya?? Ga penting.. hehehe.. ( kabarnya sedang digodok sama panitia ) yang penting motto kita adalah &#8220;Mungkin kita bukan yang pertama, tapi pasti juga bukan yang terakhir&#8221;</p>
<p>Bravo para atlet van ROBEK.. karena B2W kita bisa&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/01/30/uphill-race-2012-sentul-city-bojong-koneng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Curug Nangka &#8211; via ciapus</title>
		<link>http://www.robek.org/2012/01/30/curug-nangka-via-ciapus/</link>
		<comments>http://www.robek.org/2012/01/30/curug-nangka-via-ciapus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 04:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pramudya Ade</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah se-Robek]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[mtb]]></category>
		<category><![CDATA[seli]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.robek.org/?p=751</guid>
		<description><![CDATA[curug nangkavia ciapus &#160; Iseng iseng daripada libur ga punya kegiatan gowes, akhirnya setelah konsultasi dengan para senior, ditentukanlah tujuan gowes kali ini.. yaitu curug nangka. mungkin temen temen sudah banyak yang tahu lokasinya. Senin pagi, 23 januari 2012, bertepatan dengan hari Imlek diimulailah perjalanan menuju curug nangka. ngajak istri juga doonk.. Beberapa temen dari <a href="http://www.robek.org/2012/01/30/curug-nangka-via-ciapus/"><b>...Read the Rest</b></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div  style="text-align: left;"  class="xmlgmdiv" id="xmlgmdiv_11"><iframe class="xmlgm" id="xmlgm_11" src="http://www.robek.org/wp-content/plugins/xml-google-maps/xmlgooglemaps_show.php?kmlid=11" style="border: 0px; width: 664px; height: 400px;" name="Google_KML_Maps" frameborder="0"></iframe></div>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/curug-nangkavia-ciapus.kml">curug nangkavia ciapus</a></p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/cunang.jpg"><img class="alignnone size-medium wp-image-758" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/cunang-300x59.jpg" alt="" width="300" height="59" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Iseng iseng daripada libur ga punya kegiatan gowes, akhirnya setelah konsultasi dengan para senior, ditentukanlah tujuan gowes kali ini.. yaitu curug nangka. mungkin temen temen sudah banyak yang tahu lokasinya.</p>
<p>Senin pagi, 23 januari 2012, bertepatan dengan hari Imlek diimulailah perjalanan menuju curug nangka. ngajak istri juga doonk.. Beberapa temen dari kantor juga mau ikut. setelah janjian untuk tikum langsung di stasiun bogor, saya bersama istri pun meluncur dari rumah.</p>
<p>Dari rumah, saya berdua gowes ke stasiun cakung. naik KRL Ekonomi jam 5.59 wib, sampai di manggarai transit naik Commuterline ke arah bogor. Sesampainya dibogor, teman saya baru sampai satu orang. yang dua kesiangan&#8230; hadeeeeeh&#8230;</p>
<p>Jam 09.15 akhirnya teman saya 2 orang tiba dibogor. tanpa banyak basa basi, kami berlima pun meluncur menuju curug nangka berbekal GPS trek dari om Iman Blacken. sengaja saya memilih trek yang agak mudah dilalui. karena bawa nubie n istri juga sudah lama ga sepedahan. Treknya 90 % tanjakan. panjang dan tidak terlalu curam.</p>
<p><a href="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/CIMG31861.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-756" src="http://www.robek.org/wp-content/uploads/2012/01/CIMG31861-199x300.jpg" alt="" width="199" height="300" /></a>Tiba dicurug nangka sekitar jam 12.00 (pasnya lupa jam berapa). bayar Rp. 7500,- untuk tiket masuk, sampailah di parkiran curug nangka. dari parkiran untuk menuju curug harus dilalui dengan jalan kaki. sebenarnya bisa dengan sepeda. namun karena banyak orang yang jalan kaki, kita ga mau mengganggu pengunjung lain juga donk.. hehehee&#8230;</p>
<p>Setelah menikmati suasana curug, dan makan siang serta sholat, kami pun kembali ke bogor melalui jalur yang sama saat kita berangkat.</p>
<p>Nice day&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.robek.org/2012/01/30/curug-nangka-via-ciapus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

