jantung01

Berawal dari diskusi sebelumnya tentang pre syncope, om yanuar melalui milis tercinta bertanya tentang kondisi detak jantung atlet yang dibawah rata2 orang normal. bagaimana penjelasannya yang dijawab oleh tante Wening yang juga seoranag dokter? yuuk kita simak..

Pertanyaan :

nte wening,

setelah baca ini http://en.wikipedia.org/wiki/Miguel_Indurain#Physical_attributes miguel indurain, detak jantung saat istirahatnya cuma 28 bpm, logika saya jadi semakin rendah detak jantung semakin bagus, apakah itu bradikardi? itu normal ga?

terima kasih nte wening *nanya, biar ga tersesat

Jawaban :

betul om, detak jantung nya om Miguel yg itu termasuk bradikardi (28x/menit). Dan itu dikategorikan wajar krn dia adalah atlet yg sangat terlatih…mengapa bisa begini?
Berikut cuplikannya:….
ADAPTASI SISTEM JANTUNG&PEMBULUH DARAH (KARDIOVASKULER)
Perubahan fungsi sistem kardiovaskuler selama latihan tergantung pada tipe ( dinamis & statis) dan intensitas latihan. Selama latihan dinamis (lari, sepeda, renang) akan merangsang kontraksi otot2 besar, sehingga menyebabkan perubahan akut yang besar pula pada sistem kardiovaskuler yaitu meningkatnya curah jantung, detak jantung dan tekanan darah. Respon akibat latihan dinamik ini akan merangsang pusat otak dan bila latihan diteruskan akan memberikan sinyal mekanisme umpan balik di batang otak sehingga menimbulkan perubahan2 berupa penurunan tahanan vaskuler…..ga njlimet kan om?
Beberapa adatasi kardiovaskuler tsb:
1. Peningkatan ukuran jantung
—-ukuran jantung pada atlit pada umumnya lebih besar dibanding non atlit. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan volume ventrikel (serambi jantung) tanpa peningkatan tebal otot. Bersamaan dg peningkatan ukuran jantung, juga didapatkan peningkatan jumlah kapiler (pembuluh darah kecil2).
Miguel Indurain

Miguel Indurain

2. Peningkatan Stroke Volume / isi sekuncup ( volume darah yang dipompa jantung setiap satu kali denyutan, normal saat istirahat 70 ml).

—–akibat dari pembesaran otot jantung akan menyebabkan volume darah meningkat, maka dengan demikian jantung dapat menampung darah lebih banyak, dan dengan sendirinya stroke volume pd saat istirahat mjd lebih besar. Karena stroke volume pd saat istirahat menjadi lebih besar, maka hal ini memungkinkan jantung memompa darah dlm jumlah yg sama setiap menit dg denyutan lebih sedikit.—>contoh kasus ya denyut nadi nya om Miguel temennya om Nu ituhhh ( heart rate nya cuma 28x/menit, padahal utk non atlit antara 60-100x/menit).
Jadi, utk atlit endurance yg bener2 terlatih (atlit sepeda, renang, lari) bisa terjadi bradikardi karena jantung sudah bisa mengkompensasi, tapi untuk non atlit atau yg olahraganya tidak teratur maka kategori bradikardi kayak om miguel itu bisa berbahaya….kenapa? krn jantungnya belum bisa mengkompensasi tapi dipaksakan, akhirnya kerja jantung menjadi lebih berat dan volume darah yg dipompakan pun berkurang, akhirnya tubuh terutama organ vital ( otak & organ tubuh lain)pun berkurang. Akibatnya bisa berupa kelelahan, syncope, dll.
Moga2 sharing ilmu ini bermanfaat.
SalamSinusRhytm
Wn